Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah diyakini sebagai mekka mode Muslim dunia. Salah satu indikasinya adalah ketersediaan bahan halal untuk produk mode. Potensi besar Indonesia juga dapat terlihat, yaitu pada tahun 2021/2022, Indonesia akan menduduki peringkat ketiga sebagai produsen mode Muslim terbesar di dunia, setelah Uni Emirat Arab dan Turki.
Indonesia memang mampu menjadi pusat mode Muslim, karena memiliki sumber daya yang kompeten, termasuk bahan baku mode yang unik dan beragam. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkannya.
"Untuk menjadi nomor satu, tentu industri harus siap dari hulu hingga hilir. Namun, dari hulu hingga sekarang, masih ada hambatan, yaitu bahan baku, sebagian besar masih harus diimpor, jadi kita harus menyelidiki terlebih dahulu apakah bahan baku tersebut halal atau tidak," ungkap Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi Syariah dan Keuangan (KNEKS) Afdhal Aliasar dalam sebuah talk show tentang industri halal Indonesia di Indonesia Sharia Economic Festival atau ISEF 2023 di JCC, Jakarta, Jumat, 27 Oktober 2023.
"Bahan tekstil yang umumnya digunakan dalam industri mode, seperti katun dan sutera, adalah dua komoditas yang masih harus diimpor hingga saat ini. Meskipun Indonesia adalah negara tropis dan nyaman untuk mengenakan pakaian katun, kita tidak dapat memproduksi katun sendiri karena bahan bakunya masih harus diimpor," tambahnya.
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada impor adalah dengan memproduksi sendiri bahan tekstil halal. Saat ini ada satu nama yang cukup dikenal, yaitu Halal Fabric yang diproduksi oleh PT MilangKori Persada. Halal Fabric adalah kain tenun yang telah menerima sertifikat halal pertama di dunia.
Menurut Direktur Utama PT MilangKori Persada dan CEO serta pendiri KainHalal, Fitriani Kuroda, pihaknya telah mengambil inisiatif untuk mengajukan persyaratan produksi tekstil bersertifikat halal sejak tahun 2019.
Seperti makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang telah bersertifikat halal untuk meningkatkan gaya hidup halal demi keamanan umat Islam yang menggunakannya, kami percaya bahwa tekstil yang dikenakan di kulit juga harus bersertifikat halal untuk memberikan jaminan kehalalan dan kepercayaan bagi umat Islam," jelas Fitriani , Jumat, 27 Oktober 2023.
Target pertama KainHalal adalah bagaimana umat Muslim dapat mengenakan pakaian untuk ibadah sehari-hari yang bersertifikat halal. Selain itu, mereka juga ingin memenuhi permintaan pasar untuk pakaian Haji dan Umrah.
"Sebelum merek KainHalal didirikan, terasa seperti tidak ada kain tenun yang bersertifikat halal. Kain Halal adalah tekstil bersertifikat halal nasional pertama di dunia, yang perkembangannya sedang dicari oleh berbagai sektor dengan sangat cepat. Kami percaya bahwa karena Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, bahan tekstil ini akan sangat populer di masa depan," kata Fitriani.
"Keuntungan lainnya adalah bahwa bahan baku untuk benang KainHalal sangat ramah lingkungan karena terbuat dari serat serbica alami, yaitu serat biji kapas atau serat cupro, yang karakteristiknya berbeda dari serat katun. Serbica fiber memiliki tekstur halus, lembut, dan berkilau seperti sutera tetapi nyaman dan sejuk dipakai, sangat cocok untuk negara-negara tropis seperti Indonesia," lanjutnya.