Print

Indonesia bersiap memanfaatkan panggung global World Economic Forum (WEF) Davos 2026 untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi strategis, khususnya di sektor industri padat karya. Forum ekonomi dunia yang akan berlangsung di Swiss pada 19–23 Januari 2026 ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempromosikan potensi nasional kepada para investor internasional dari berbagai sektor, mulai dari pangan hingga tekstil.

Keikutsertaan Indonesia di WEF Davos diarahkan untuk menegaskan bahwa perekonomian nasional tidak hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga memiliki kapasitas besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Industri padat karya dinilai sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Sektor pangan menjadi salah satu fokus utama yang akan ditawarkan kepada investor global. Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, menyampaikan bahwa pemerintah ingin menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan industri yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja luas, khususnya melalui sektor pangan. Menurutnya, sektor ini memiliki peran strategis tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk menjawab permintaan di tingkat regional.

Pemerintah menilai pengembangan industri pangan dari hulu hingga hilir membuka peluang investasi yang besar dan berkelanjutan. Dengan dukungan sumber daya, pasar yang luas, serta tenaga kerja yang melimpah, sektor ini diyakini mampu menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Selain memperkuat ketahanan pangan, industri pangan juga diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan industri berbasis nilai tambah.

Melalui WEF Davos 2026, Indonesia menargetkan terbangunnya kemitraan strategis dengan investor global yang memiliki visi jangka panjang. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat arus investasi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat fondasi industri nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.