Print

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penyelamatan dan penguatan industri tekstil nasional di tengah tekanan perang dagang global yang kian meningkat. Industri tekstil dinilai sebagai salah satu sektor strategis yang paling tangguh, berorientasi ekspor, serta memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja dan menopang perekonomian nasional.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap industri tekstil karena dinilai paling siap menghadapi ketidakpastian perdagangan internasional.

Menurut Airlangga, berdasarkan kajian pemerintah, Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk dalam lima besar negara produsen tekstil dunia. Fleksibilitas industri, pasar global yang relatif stabil, serta kebutuhan tekstil yang terus meningkat menjadi keunggulan utama yang dimiliki Indonesia dibandingkan negara lain.

Presiden Prabowo pun meminta adanya langkah-langkah khusus dan terukur untuk memperkuat sektor ini. Salah satu kebijakan yang disetujui adalah penyediaan pendanaan tahap awal sebesar sekitar US$ 6 miliar guna memperkuat rantai nilai industri tekstil nasional, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembentukan badan usaha milik negara khusus yang akan menangani pengembangan industri tekstil secara terintegrasi.

Melalui penguatan tersebut, pemerintah menargetkan lonjakan signifikan nilai ekspor tekstil Indonesia dalam jangka panjang. Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, nilai ekspor tekstil ditargetkan meningkat dari sekitar US$ 4 miliar menjadi US$ 40 miliar. Peningkatan kinerja industri ini juga diharapkan berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan.

Saat ini, industri tekstil menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja. Dengan berbagai insentif dan penguatan kebijakan, pemerintah menargetkan penyerapan tenaga kerja meningkat menjadi 6 juta orang atau bertambah sekitar dua juta lapangan kerja baru. Pemerintah optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri tekstil nasional dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di tingkat global.