PT Trisula Textile Industries Tbk dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk menjadi sorotan pasar pada perdagangan 20 Februari 2026 setelah keduanya melesat tajam dan menembus level tertinggi dalam 52 pekan terakhir. Lonjakan harga yang terjadi dalam satu sesi tersebut memperlihatkan euforia kuat pada saham-saham sektor tekstil.
BELL ditutup di level 224 atau menguat 23,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 182. Sepanjang perdagangan, saham ini bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 242. Sementara itu, ZATA melonjak lebih agresif dengan kenaikan 34,71 persen ke posisi 163 dari level 121, sekaligus mencetak rekor harga tertinggi dalam satu tahun terakhir.
Dari sisi valuasi pasar, kapitalisasi BELL tercatat sekitar Rp1,62 triliun dengan rasio price to earnings (PER) 319,38. Adapun ZATA memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp1,38 triliun dengan PER yang lebih tinggi, yakni 772,15. Kenaikan signifikan dalam satu hari perdagangan tersebut juga diiringi rentang pergerakan harga yang lebar, mencerminkan tingginya minat sekaligus volatilitas.
Secara teknikal, BELL menunjukkan dominasi sinyal beli yang sangat kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 75,257, sementara Stochastic RSI di 83,367, keduanya sudah masuk kategori overbought atau beli berlebih. Indikator CCI tercatat di 198,9481 dan Williams %R di minus 26,866, yang sama-sama memperlihatkan tekanan beli masih mendominasi. MACD berada di zona positif 14,696 dengan sinyal beli, sedangkan Rate of Change (ROC) di 17,277 mengindikasikan percepatan kenaikan harga. ADX di level 35,72 menunjukkan tren yang sedang berlangsung dengan kekuatan cukup solid, dan ATR di angka 11 menandakan volatilitas yang meningkat.
Struktur pergerakan harga BELL juga memperlihatkan posisi yang kokoh di atas seluruh rata-rata pergerakan utama. MA5 berada di 208,8, MA10 di 195,9, MA20 di 193,2, serta MA50, MA100, dan MA200 yang seluruhnya masih berada di bawah harga saat ini. Berdasarkan pivot point klasik, level 229 menjadi pivot utama dengan resistance di 240 dan 253 serta support di 216 dan 205. Dengan penutupan di 224, harga berada di antara support 216 dan pivot 229 setelah sempat menguji resistance 240.
Kondisi serupa juga tercermin pada ZATA yang menampilkan sinyal teknikal sangat beli. RSI berada di 77,002, CCI di 212,6101, dan Williams %R di minus 10,056, seluruhnya menunjukkan area overbought. ADX yang mencapai 71,068 mencerminkan kekuatan tren yang sangat tinggi. MACD berada di 30,874 dengan sinyal beli, sedangkan ROC di 239,394 menandakan percepatan kenaikan harga yang tajam. Bull/Bear Power di 157,054 memperlihatkan dominasi tekanan beli, dan ATR di 31,0714 mengindikasikan volatilitas yang cukup tinggi.
Harga ZATA pun berada di atas seluruh rata-rata pergerakan utama, dengan MA10 di 120,700 dan MA20 di 94,200. MA50 dan MA100 berada di kisaran 70 hingga 84, sementara MA200 di 109,780. Penutupan di level 163 sekaligus menjadi pivot klasik, dengan resistance berikutnya berada di 208 dan 236 serta support terdekat di 135 dan 90.
Secara keseluruhan, pergerakan BELL dan ZATA menunjukkan karakter teknikal yang serupa pada akhir pekan tersebut. Keduanya berada di atas seluruh moving average utama, mencetak rekor harga 52 pekan, serta didukung indikator momentum yang berada di area beli berlebih dengan volatilitas yang meningkat. Kondisi ini mencerminkan tren naik yang kuat, meski pada saat yang sama mengindikasikan potensi konsolidasi jangka pendek mengingat posisi indikator yang sudah berada di area overbought.