Print

Perdagangan pasar saham Indonesia pada Rabu, 25 Maret 2026, ditutup dengan kinerja impresif setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan. IHSG menguat sebesar 195,282 poin atau 2,75% ke level 7.302,121, meskipun sempat dibuka melemah di posisi 7.073,762. Penguatan ini mencerminkan optimisme pasar yang kembali meningkat seiring sentimen positif dari kawasan global.

Sejalan dengan IHSG, indeks LQ45 juga menunjukkan performa yang solid dengan kenaikan 3,33% atau 24,040 poin ke level 746,450. Aktivitas perdagangan turut didominasi oleh sentimen positif, terlihat dari mayoritas saham yang bergerak naik. Tercatat sebanyak 574 saham menguat, 148 saham melemah, dan 101 saham stagnan.

Di antara saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi atau top gainers, sektor tekstil menjadi sorotan utama. PT Ever Shine Textile Industry Tbk (ESTI) memimpin daftar dengan lonjakan harga sebesar 34,96% dan volume perdagangan mencapai 30.894.100 saham. Kinerja ini menempatkan ESTI sebagai saham dengan penguatan paling signifikan pada hari tersebut.

Selain ESTI, PT Island Concepts Indonesia Tbk (IKON) juga mencatatkan kenaikan tinggi sebesar 34,55% dengan volume transaksi mencapai 400.030.600 saham. Disusul oleh PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) yang turut menguat 34,23% dengan volume perdagangan 146.764.400 saham. Kenaikan pada saham BELL semakin menegaskan dominasi sektor tekstil dalam perdagangan hari itu.

Sementara itu, PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) mencatatkan kenaikan 33,93% dengan volume 210.308.000 saham, dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 25% dengan volume 2.061.600 saham, melengkapi daftar lima besar saham dengan performa terbaik.

Penguatan IHSG ini tidak terlepas dari sentimen positif yang datang dari pasar regional Asia. Bursa saham di kawasan mayoritas ditutup menguat, dipimpin oleh indeks Nikkei, di tengah perkembangan negosiasi terkait konflik Iran yang mengarah pada de-eskalasi. Kondisi ini memberikan dorongan optimisme bagi pelaku pasar global, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pergerakan Wall Street yang sebelumnya ditutup dalam koreksi terbatas. Meski demikian, tekanan tersebut tidak cukup kuat untuk menahan laju penguatan bursa regional, sehingga IHSG mampu mencatat reli ke level tertinggi dalam sekitar satu setengah minggu terakhir.