Print

Pameran teknologi tekstil Indo Intertex 2026 mencatatkan capaian signifikan dengan menarik sekitar 75.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan pada 15–18 April 2026. Antusiasme ini mencerminkan meningkatnya perhatian pelaku industri terhadap pemanfaatan teknologi dalam mendorong efisiensi dan daya saing produksi tekstil nasional.

Direktur PT Agansa Primatama, Andreas S. Pangestu, menyampaikan bahwa kehadiran dalam pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung perkembangan industri tekstil. Ia menekankan bahwa teknologi yang dihadirkan tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi industri di masa depan.

Menurutnya, kolaborasi dengan para prinsipal menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian industri. Sinergi tersebut memungkinkan perusahaan menghadirkan solusi yang lebih relevan, aplikatif, dan bernilai bagi para pelaku usaha. Oleh karena itu, dalam ajang ini Agansa tidak sekadar menawarkan produk, melainkan menghadirkan pendekatan solusi yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

Partisipasi dalam pameran ini juga memperkuat posisi Agansa sebagai mitra strategis yang terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama baru. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri tekstil melalui inovasi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi serta kualitas produksi.

Dalam pelaksanaannya, Agansa menampilkan integrasi teknologi dari hulu hingga hilir bersama 22 prinsipal. Inovasi yang diperkenalkan mencakup berbagai tahapan produksi, mulai dari spinning, knitting, dan weaving hingga proses dyeing, printing & finishing, serta dukungan utilities dan advanced materials. Pendekatan menyeluruh ini dirancang untuk membantu pelaku industri meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga standar kualitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Keberhasilan penyelenggaraan Indo Intertex 2026 menjadi indikator bahwa transformasi berbasis teknologi semakin menjadi fokus utama industri tekstil Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.