Print

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kebangkitan industri nasional melalui penyediaan kredit berbunga rendah, khususnya bagi sektor tekstil, alas kaki, dan manufaktur lainnya. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung peremajaan mesin produksi agar pelaku industri mampu meningkatkan daya saing di tengah tekanan global.

Program pembiayaan tersebut akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian guna mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan dukungan modernisasi fasilitas produksi.

Dalam keterangannya pada konferensi pers APBNKita, Purbaya menyampaikan bahwa pihaknya akan secara aktif mengundang pelaku industri untuk memetakan kebutuhan pembiayaan. Langkah ini dinilai penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu memberikan dampak maksimal terhadap produktivitas industri.

Ia menekankan bahwa sektor swasta memiliki kontribusi dominan terhadap perekonomian nasional, yakni mencapai sekitar 90%. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menciptakan iklim yang lebih kondusif melalui berbagai insentif dan kemudahan akses pembiayaan agar dunia usaha terdorong melakukan ekspansi secara lebih agresif.

Kebijakan ini juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong strategi pertumbuhan ekonomi berbasis sektor swasta. Pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga diperkuat oleh aktivitas bisnis yang dinamis.

Di sisi lain, kondisi likuiditas nasional dinilai masih berada pada level yang aman. Pertumbuhan uang primer yang mencapai 18% pada April menunjukkan adanya ruang ekspansi yang cukup luas. Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan kredit dapat meningkat secara bertahap hingga kisaran 15%.

Penurunan suku bunga juga diharapkan menjadi katalis tambahan bagi dunia usaha untuk memperluas investasi. Pemerintah mengklaim bahwa kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang ditempuh mulai menunjukkan hasil, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%.

Dengan konsistensi kebijakan dan penguatan peran sektor swasta, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap menuju 6%. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat struktur industri nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas di masa mendatang.