PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan profitabilitas sepanjang 2026 di tengah ketatnya persaingan industri tekstil dan apparel global serta tekanan pelemahan nilai tukar rupiah.
Direktur Utama PT Trisula International Tbk, Widjaya Djohan, mengatakan bahwa industri tekstil saat ini menghadapi tantangan besar dari negara-negara produsen utama seperti China, India, Vietnam, dan Bangladesh yang mampu menawarkan produk dengan harga kompetitif melalui produksi berskala besar.
Menghadapi kondisi tersebut, TRIS memilih fokus pada segmen pasar yang lebih spesifik atau niche market. Strategi ini dinilai dapat memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi tekanan persaingan langsung dengan produsen massal dari berbagai negara.
Selain itu, perusahaan terus melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan berbagai produk pendukung guna melengkapi kebutuhan pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan konsumen sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan di berbagai segmen pasar.
Dari sisi ekspansi, TRIS juga memperluas jangkauan pasar internasional dengan mencari pelanggan baru di berbagai negara. Upaya tersebut didukung oleh peluang yang muncul setelah adanya perjanjian perdagangan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dengan Kanada dan kawasan Eropa, yang diharapkan dapat meningkatkan akses produk tekstil nasional ke pasar ekspor.
Di tengah upaya pengembangan pasar tersebut, perusahaan tetap mewaspadai dampak pelemahan rupiah terhadap biaya operasional. Namun hingga saat ini, kondisi tersebut masih dapat dikelola dengan baik karena TRIS memiliki persediaan bahan baku yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi sekitar tiga bulan ke depan. Selain itu, pesanan yang telah diterima perusahaan juga telah terkonfirmasi hingga Juni 2026, sesuai pola pemesanan pelanggan yang umumnya dilakukan setiap tiga bulan.
Perusahaan menilai dampak pelemahan nilai tukar terhadap biaya produksi masih relatif terbatas karena sebagian besar bahan baku diperoleh dari pemasok lokal. Sementara itu, dari sisi pendapatan, TRIS memperoleh keuntungan alami dari aktivitas ekspor yang sebagian besar menggunakan mata uang dolar AS.
Dengan kombinasi strategi diversifikasi produk, penguatan pasar niche, perluasan ekspor, serta pengelolaan rantai pasok yang efisien, TRIS optimistis dapat menjaga stabilitas margin usaha sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri tekstil global yang semakin kompetitif.