Pemerintah terus mendorong penguatan industri tekstil nasional melalui pengembangan koperasi yang berfokus pada sektor produksi. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor yang masih membanjiri pasar domestik.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat meresmikan Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia di Sanur, Bali. Koperasi yang dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka tersebut bergerak di bidang tekstil dan industri kain dengan fokus memperkuat rantai produksi nasional.
Menurut Ferry, industri tekstil dalam negeri masih menghadapi berbagai tantangan, terutama tingginya impor kain serta masuknya pakaian bekas yang memberikan tekanan terhadap pelaku usaha lokal. Karena itu, ia mendorong para anggota koperasi untuk memperkuat sektor hulu dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa penguatan produksi nasional menjadi langkah penting agar industri tekstil Indonesia mampu bersaing dan tidak bergantung pada produk impor. Selain itu, koperasi dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu memperkuat pelaku usaha dari skala kecil hingga menengah.
Ferry juga menyampaikan bahwa pengembangan koperasi sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengimplementasikan ekonomi Pancasila sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 33. Dalam kerangka tersebut, koperasi diharapkan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Lebih lanjut, ia menyinggung program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terus dipercepat pemerintah. Hingga saat ini, ribuan unit gudang dan gerai fisik telah disiapkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem koperasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan puluhan ribu KDMP dapat terbentuk dalam waktu dekat guna memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka menjelaskan bahwa Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia dibentuk untuk memperkuat sektor sandang dan pangan melalui kolaborasi antar pelaku UMKM, pengusaha muda, serta jaringan produksi dan distribusi yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, sektor sandang dan pangan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena telah terbukti menjadi penopang ekonomi masyarakat dalam berbagai periode krisis. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan koperasi dinilai dapat meningkatkan daya tahan sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang baru diresmikan di Bali tersebut menjadi langkah awal pembentukan jaringan koperasi serupa di berbagai provinsi. Dengan jaringan yang telah tersebar di sejumlah wilayah di Jawa maupun luar Jawa, koperasi ini diharapkan mampu memperkuat industri tekstil nasional dari sisi produksi hingga distribusi serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.