Print

Pemanfaatan serat alami sebagai bahan baku industri fesyen berkelanjutan terus mendapat perhatian dari pemerintah. Salah satu upaya tersebut terlihat dari dukungan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, terhadap inovasi yang dikembangkan Aruna Creative dalam mengolah serat tanaman rami menjadi material tekstil bernilai tinggi.

Menurut Irene, pengembangan material berkelanjutan berbasis serat alami memiliki peran penting dalam memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif nasional. Ia menilai pengembangan industri tidak hanya berfokus pada promosi produk, tetapi juga harus membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ekosistem tersebut mencakup penyediaan bahan baku, proses pengolahan, industri manufaktur, model bisnis, hingga proyek investasi yang mampu menarik kolaborasi dan dukungan pembiayaan. Dengan alur bisnis yang jelas dan skala usaha yang terukur, pengembangan tekstil berkelanjutan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara luas.

Irene juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri fesyen, dan para pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan rantai pasok yang kuat, mulai dari penelitian material hingga proses produksi fesyen yang ramah lingkungan.

Menurutnya, hasil riset dan pengembangan di lingkungan akademik perlu terhubung dengan kebutuhan industri kreatif. Dengan dukungan proyeksi bisnis yang kuat serta pemanfaatan kekayaan intelektual secara tepat, inovasi lokal berpotensi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dan mampu bersaing di pasar global.

Dalam kesempatan tersebut, Aruna Creative memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pengembangan serat rami. Pengembangan tersebut mengintegrasikan aspek penelitian, hilirisasi industri, serta pemberdayaan petani dan pelaku ekonomi kreatif. Tidak hanya fokus pada produksi tekstil, konsep yang dikembangkan juga mengedepankan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan seluruh bagian tanaman rami menjadi produk bernilai tambah.

Founder Aruna Creative, Yuliana Fitri, menjelaskan bahwa rami memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu serat unggulan Indonesia. Selain mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, tanaman ini juga menawarkan keuntungan ekonomi dari sektor hulu hingga hilir. Ia menyebut konsep pengolahan rami sebagai sistem yang hampir tanpa limbah karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekosistem fesyen berkelanjutan.

Saat ini Aruna Creative telah mengembangkan berbagai produk berbasis serat rami, mulai dari serat kasar hingga serat halus yang dapat diolah menjadi benang. Beragam produk turunannya, seperti pakaian dengan pewarna alami maupun sintetis serta aksesori fesyen, bahkan telah berhasil menembus pasar Jepang.

Sebagai jenama fesyen berkelanjutan, Aruna Creative mengedepankan penggunaan wastra dan bahan baku serat alami yang diproduksi secara handmade. Perusahaan juga mengusung misi pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, serta penguatan pendidikan vokasi dalam setiap proses produksinya.

Yuliana berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar dalam memperkuat ekosistem industri rami nasional. Dukungan tersebut mencakup penguatan peran petani, pengolah bahan baku, industri, akademisi, regulasi pemerintah, hingga akses investasi. Selain itu, ia juga mengusulkan pembentukan creative material hub Indonesia serta kolaborasi lintas kementerian untuk mewujudkan ekosistem material berkelanjutan yang terintegrasi.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, serat rami dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu material prioritas dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri fesyen nasional di pasar global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan.