PT Trisula International Tbk. (TRIS) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp15 miliar sebagai langkah menjaga stabilitas perdagangan saham perseroan di tengah kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi.
Corporate Secretary TRIS, Kresna Wilendrata, mengatakan pelaksanaan buyback akan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 mengenai kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal saat terjadi fluktuasi pasar yang signifikan.
Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Dana yang disiapkan mencapai Rp15 miliar, termasuk untuk membiayai jasa perantara pedagang efek serta biaya lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
Melalui program tersebut, perseroan menargetkan pembelian kembali hingga 94 juta lembar saham atau sekitar 3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga buyback ditetapkan maksimal Rp170 per saham.
Untuk merealisasikan aksi tersebut, TRIS menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai anggota bursa yang akan melakukan pembelian saham melalui Bursa Efek Indonesia. Selain melalui perdagangan di bursa, pembelian kembali saham juga dapat dilakukan di luar bursa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Perseroan masih memiliki modal kerja yang dinilai memadai untuk mendukung seluruh aktivitas bisnis sehingga aksi korporasi ini tidak diperkirakan memengaruhi kelangsungan usaha.
Selain itu, buyback juga diproyeksikan tidak memberikan dampak material terhadap profitabilitas perusahaan. Sebaliknya, berkurangnya jumlah saham yang beredar diperkirakan akan meningkatkan laba per saham atau earnings per share (EPS).
Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, EPS diperkirakan meningkat menjadi Rp5,75 per saham dari sebelumnya Rp5,57 setelah pelaksanaan buyback.
Di pasar saham, kinerja TRIS menunjukkan pergerakan positif pada akhir pekan lalu. Saham perseroan ditutup menguat 0,63% atau naik satu poin ke level Rp160 per saham pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, saham TRIS masih mengalami koreksi sekitar 18,37%.
Melalui aksi buyback ini, Trisula International berharap dapat memberikan sinyal positif kepada pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan di tengah dinamika pasar modal.