Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menuntaskan kolaborasi riset internasional bersama Saint Louis University, Filipina, untuk mengembangkan inovasi photometer portabel yang dapat digunakan dalam analisis limbah batik dan tekstil tradisional. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas pendidikan berbasis sains.
Kolaborasi tersebut mengusung penelitian bertajuk Collaborative STEM-SSC Education in Green Chemistry Learning for Achieving SDG 6: Portable Photometer Innovation in Traditional Textile Waste Management (Batik-Hablon) in Indonesia and the Philippines. Fokus utama riset adalah menghadirkan pendekatan inovatif dalam analisis limbah tekstil sebagai kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas.
Penelitian dipimpin oleh Dr. Ari Syahidul Shidiq, S.Pd., M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNS, dengan anggota tim Prof. Dr. Sri Yamtinah, M.Pd. dan Dr. Novia, M.Pd. Sementara itu, mitra internasional berasal dari Saint Louis University, yakni Jonathan M. Barcelo, Ph.D. dari School of Nursing, Allied Health, and Biological Sciences.
Riset mengintegrasikan pendekatan STEM-SSC (Science, Technology, Engineering, Mathematics–Socio-Scientific Context) ke dalam pembelajaran kimia hijau atau green chemistry. Pendekatan ini menjadikan persoalan lingkungan sebagai konteks pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan solusi atas permasalahan nyata.
Salah satu hasil utama penelitian adalah pengkajian penggunaan simple portable photometer sebagai alat untuk menganalisis kandungan zat warna pada limbah batik di Indonesia dan limbah tekstil hablĂłn di Filipina. Teknologi tersebut menawarkan proses pengujian yang lebih cepat, praktis, dan terjangkau dibandingkan metode konvensional, sehingga berpotensi memperluas pemantauan kualitas air, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas laboratorium.
Selain menghasilkan inovasi teknologi, penelitian ini juga menempatkan isu limbah tekstil dan kualitas air sebagai materi pembelajaran berbasis STEM. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi sains, memperkuat kesadaran lingkungan, serta menjadikan pendidikan lebih relevan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan program, tim peneliti melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pengambilan data lapangan di Indonesia dan Filipina, pelaksanaan visiting lecturer secara inbound maupun outbound, hingga penyusunan publikasi ilmiah bersama di tingkat internasional.
Kunjungan riset tim UNS ke Saint Louis University di Baguio, Filipina, berlangsung pada 26 April hingga 5 Mei 2026. Agenda diawali dengan kunjungan resmi ke kampus mitra, dilanjutkan observasi laboratorium untuk mempelajari fasilitas penelitian serta melakukan diskusi teknis mengenai pengembangan photometer portabel.
Rangkaian kegiatan berikutnya meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun rencana penelitian lanjutan, serta penyelenggaraan Visiting Lecturer. Pada 1 Mei 2026, Dr. Novia, M.Pd. menyampaikan materi terkait pengelolaan limbah tekstil tradisional, sementara pada 4 Mei 2026 Dr. Ari Syahidul Shidiq memaparkan inovasi photometer portabel dan penerapannya dalam analisis limbah. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi sekaligus penyusunan rencana tindak lanjut kerja sama kedua institusi.
Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY Universitas Sebelas Maret dalam skema Hibah International Research Network Program EQUITY THE Impact Rankings 2025.
Melalui kemitraan ini, UNS berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional, memperluas pertukaran pengetahuan di bidang pendidikan dan analisis lingkungan, sekaligus menghadirkan inovasi yang mampu mendukung pengelolaan limbah tekstil secara lebih efektif dan berkelanjutan.