Print

Koleksi “Women of Rooted” karya Whulyan berkolaborasi dengan Quds Tekstil mencuri perhatian pengunjung Soerabaia Fashion Trend 2027. Koleksi tersebut mengangkat filosofi akar sebagai simbol kekuatan, ketahanan, identitas, sekaligus keberlanjutan kehidupan yang diterjemahkan ke dalam busana dengan karakter feminin dan berstruktur.

Desainer sekaligus Owner Whulyan Attire, Ayu Wulan, mengatakan konsep “Women of Rooted” terinspirasi dari akar yang menjadi fondasi kehidupan meski keberadaannya kerap tidak terlihat. Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan perjalanan perempuan dalam mempertahankan nilai, identitas, pengalaman, serta hubungan dengan lingkungan di tengah perubahan zaman.

“Filosofi akar menjadi dasar koleksi, karena akar berperan sebagai fondasi yang menopang kehidupan, meski keberadaannya tidak selalu terlihat. Konsep tentang perjalanan perempuan dalam mempertahankan nilai, identitas, pengalaman, serta hubungan dengan lingkungan di tengah perubahan zaman,” tutur Ayu Wulan, Senin (17/8/2026).

Konsep tersebut diwujudkan melalui eksplorasi berbagai material dan teknik tekstil, mulai dari embroidery, beadwork, hingga motif akar dan botanical yang mengikuti siluet tubuh perempuan. Detail sulur, daun, dan akar hadir dalam bentuk ornamen tiga dimensi yang memperkuat karakter koleksi.

Dari sisi warna, “Women of Rooted” menggunakan palet yang terinspirasi dari alam, seperti sage, olive, earthy tone, champagne, hingga maroon. Perpaduan warna tersebut memberikan kesan natural sekaligus elegan pada keseluruhan tampilan busana.

Kolaborasi dengan Quds Tekstil juga menjadi bagian penting dalam eksplorasi material koleksi. Wastra dan berbagai detail tekstil dimanfaatkan sebagai elemen desain untuk memperkuat narasi mengenai akar, perjalanan, dan keberlanjutan kehidupan.

“Wastra dan detail tekstil digunakan sebagai bagian dari elemen desain untuk memperkuat narasi mengenai akar, perjalanan, dan keberlanjutan kehidupan,” ujar Ayu.

Tidak hanya berbicara mengenai estetika, aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian dalam koleksi ini. Whulyan menempatkan sustainability tidak semata pada pemilihan material, tetapi juga pada proses pengerjaan, kualitas craftsmanship, serta umur panjang sebuah busana.

Dalam proses produksinya, Whulyan menggandeng para penenun untuk mengolah kembali limbah benang yang sudah tidak terpakai. Material tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai bagian dari detail desain, sehingga sisa produksi dapat memiliki fungsi dan nilai estetika baru.

Melalui “Women of Rooted”, Whulyan dan Quds Tekstil berupaya mempertemukan eksplorasi desain dan tekstil dengan gagasan mengenai perempuan, warisan, serta keberlanjutan. Akar menjadi metafora tentang fondasi yang memungkinkan seseorang untuk terus tumbuh, menjaga identitas, sekaligus beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Kehadiran koleksi ini di Soerabaia Fashion Trend 2027 sekaligus menunjukkan bagaimana kekayaan tekstil dan craftsmanship dapat diterjemahkan ke dalam desain fesyen kontemporer tanpa meninggalkan nilai budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.