Print

Gelaran Pameran Intertextile Shanghai Apparel Fabrics - Autumn Edition 2026 resmi ditutup kemarin di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai. Selama 3 hari, 25-27 Agustus 2026, pameran tekstil terbesar di Asia pusat pameran dipadati buyer dan pemasok dari berbagai negara. Tren utama yang paling banyak dicari pengunjung adalah kain fungsional, material berkelanjutan, dan teknologi digital. Area Econogy Hub dipenuhi pemasok bahan ramah lingkungan. Sementara di zona inovasi, banyak ditampilkan kain dengan teknologi terbaru yang bisa menyesuaikan dengan cuaca dan ketahanan terhadap air.

Selain transaksi, pengunjung juga melihat forum yang menampilkan tren yang akan datang yaitu Autum/Winter 2027-2028 dan area baru untuk tekstil hewan peliharaan. Penyelenggara mencatat antusiasme tinggi dari pasar Asia, Amerika, Eropa, Afrika dan Timur Tengah.

Bagi pasar Indonesia, pameran ini penting karena membuka akses langsung ke pemasok kain fungsional untuk sportswear, outdoor, dan workwear. Beberapa perusahaan tekstil nasional juga memanfaatkan momentum ini untuk mencari mitra bahan daur ulang.

Dengan berakhirnya Intertextile 2026, industri kembali mendapat gambaran jelas tentang arah pasar. Keberlanjutan menjadi suatu persyaratan yang fundamental industri saat ini. Sementara teknologi menjadi kunci agar produksi lebih cepat dan efisien.

Partisipasi Indonesia di Intertixile

PT FHG Tekstil Indonesia menjadi salah satu perusahaan asal Indonesia yang ikut menjadi peserta dalam pameran Intertextile. Produk terbarunya dipamerkan di Hall 4.1, Booth C111, seperti kain greige dan kain berwarna.

Keikutsertaan PT FHG Tekstil Indonesia mendapat sambutan positif dari buyer Asia, Amerika dan Eropa. Banyak pengunjung tertarik dengan kualitas produksi dan komitmen perusahaan terhadap standar ramah lingkungan.

Bagi FHG Tekstil, keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi sebagai produsen tekstil nasional yang berorientasi ekspor.

Partisipasi FHG Tekstil di Intertextile Shanghai 2026 memberi gambaran bahwa industri tekstil Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global, terutama lewat inovasi produk dan komitmen pada industri tekstil yang berkelanjutan.

Pet Textile Boutique Curi Perhatian di Intertextile Shanghai 2026

Salah satu zona baru yang paling ramai di Intertextile Shanghai Apparel Fabrics Edisi Musim Gugur 2026 adalah Pet Textile Boutique. Area khusus ini resmi hadir 25–27 Agustus 2026 di NECC untuk menjawab tren pasar perlengkapan hewan peliharaan yang terus naik.

Di area Pet boutique ini, pemasok menampilkan inovasi kain untuk pakaian, alas tidur, tas jinjing, hingga aksesori anjing dan kucing. Material yang ditonjolkan fokus pada tiga aspek yaitu, aman untuk kulit hewan, mudah dicuci, dan berkelanjutan. Banyak exhibitor menawarkan kain anti-bakteri, kain penyerap bau, serta serat daur ulang.

Antusiasme buyer juga tinggi, mereka mencari bahan yang tidak hanya fungsional, tapi juga punya desain modis agar sesuai tren “pet humanization”.

Hadirnya Pet Textile Boutique menandai pergeseran Intertextile yang mulai melirik segmen niche. Bagi industri, ini sinyal bahwa tekstil untuk hewan peliharaan berpotensi menjadi kategori baru yang menjanjikan.

Tekstil Daur Ulang Kini Jadi Kebutuhan Utama di Asia

Dalam Pameran Intertextile Shanghai Apparel Fabrics Autumn Edition 2026 menunjukkan satu tren jelas yaitu tekstil daur ulang sudah menjadi kebutuhan utama di industri Asia, bukan lagi sekedar gimik atau pilihan tambahan.

Ms Wilmet Shea, General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd latar belakang di balik tren ini, “Didorong oleh regulasi yang semakin ketat dan meningkatnya kesadaran konsumen. Ditambah lagi, Asia adalah pusat produksi apparel terbesar di dunia. Karena itu tekstil daur ulang menjadi kebutuhan dalam kegiatan sourcing di Asia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa “Bahan sintetik daur ulang dan pengadaan yang bertanggung jawab kini menjadi prioritas. Hal ini memengaruhi pemilihan bahan baku dan juga kerja sama dengan pemasok.”

Bukti nyata mengenai tren tekstil daur ulang ini terlihat di area pameran. Banyak eksibitor menampilkan produk dengan kandungan daur ulang mulai dari bahan baku, sertifikasi, hingga sistem pelacakan di area Econogy Hub. Di area Functional Lab, produk unggulan seperti Unifi REPREVE dan 3M China Thinsulate banyak dikunjungi buyer.

Tahun ini Intertextile membagi produk berkelanjutan ke dalam 4 kategori utama yaitu serat alami, kain daur ulang atau upcycle, serat sintetis berbasis bio, dan material berkelanjutan inovatif.

“Setiap tahun exhibitor terus melahirkan inovasi baru. Tanggapan dari buyer juga sangat positif. Kami berharap tren baik ini terus berlanjut,” jelas Ms Wilmet Shea.

Untuk memudahkan pengunjung mengakses produk berkelanjutan, penyelenggara menghadirkan Econogy Hub. Area ini berisi pameran khusus, seminar, dan tur terpandu yang memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tren industri tekstil terkini.

“Melalui Econogy Hub, buyer lebih mudah menemukan solusi yang bertanggung jawab dan memahami perkembangan terbaru tekstil berkelanjutan,” ujar Ms Wilmet Shea.

Penyelenggara juga meluncurkan Econogy Finder. Ini adalah alat bantu untuk mencari pemasok yang memiliki komitmen keberlanjutan. Informasinya bisa diakses lewat website, buku panduan, dan papan nama di lokasi pameran.

Ada juga Econogy Talks, seminar khusus yang salah satu topiknya mengupas bagaimana produsen polyester dan nylon mulai beralih ke bahan daur ulang.

Dengan rangkaian program dari hulu hingga hilir, Intertextile 2026 menjadi salah satu penggerak utama percepatan industri tekstil berkelanjutan di Asia.

Pameran Intertextile rutin diadakan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda-beda. Jika Anda tertarik untuk mengikuti pameran selanjutnya, Anda bisa mengakses informasi di website Messe Frankfurt.