Print

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kemaslahatan dengan memberikan dukungan kepada 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kriya tekstil di Kota Malang, Jawa Timur.

Program tersebut dilaksanakan bersama Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Yayasan Pelanusa Singhasari. Dukungan yang diberikan meliputi pelatihan pengembangan produk, bantuan peralatan usaha dan bahan baku, serta pendampingan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan salah satu bentuk pemanfaatan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) untuk memberikan dampak produktif bagi masyarakat. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan usaha, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas penerima manfaat.

Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai pengembangan produk kriya tekstil yang disertai dengan dukungan peralatan dan bahan baku. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses produksi sekaligus mendorong pelaku usaha menghasilkan produk yang lebih inovatif dan memiliki nilai tambah.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan selama dua bulan. Pendampingan terdiri atas tujuh kali konsultasi tatap muka, satu kali konsultasi daring, dan dua kali kunjungan ke lokasi usaha.

Pendampingan dilakukan untuk membantu peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyesuaikan strategi pengembangan usaha dengan kondisi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi masing-masing pelaku UMKM.

BPKH berharap pelatihan, bantuan peralatan, serta dukungan bahan baku dapat memperkuat kapasitas ekonomi penerima manfaat, baik secara individu maupun keluarga. Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha.

Program pemberdayaan UMKM kriya tekstil di Malang merupakan bagian dari Program Kemaslahatan BPKH yang bersumber dari nilai manfaat DAU. BPKH mengelola DAU sebesar Rp3,92 triliun yang menghasilkan nilai manfaat sekitar Rp260 miliar pada 2026. Nilai manfaat tersebut disalurkan melalui tujuh ruang lingkup Program Kemaslahatan, salah satunya pemberdayaan ekonomi umat.

Selain pemberdayaan ekonomi, nilai manfaat DAU juga disalurkan untuk pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial keagamaan, pembangunan sarana dan prasarana ibadah, serta tanggap bencana.

Melalui program pemberdayaan UMKM, BPKH mendorong pelaku usaha kriya tekstil untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi sehingga mampu menghasilkan produk yang inovatif, memiliki nilai budaya, serta berdaya saing di pasar yang lebih luas.

BPKH juga berharap perkembangan usaha para penerima manfaat dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Ketika usaha semakin berkembang, peningkatan pendapatan diharapkan turut dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, BPKH menggandeng Baitulmaal Muamalat sebagai Mitra Kemaslahatan dan bekerja sama dengan Yayasan Pelanusa Singhasari. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya BPKH memperluas pemanfaatan nilai manfaat DAU secara produktif untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.