Print

Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkenalkan inovasi dan produk kreatif. Salah satu produk yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Fashion Upcycle berbahan limbah tekstil yang dikembangkan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Mahasiswi PENS, Risma, mengatakan produk yang diperkenalkan tidak hanya memanfaatkan limbah tekstil sebagai bahan utama busana, tetapi juga menghadirkan aksesoris serta sejumlah layanan tambahan. Salah satunya adalah konsep pakaian yang dapat digunakan secara bolak-balik sehingga memberikan pilihan tampilan bagi pengguna.

“Produk yang kita bawa Fashion Upcycle dari limbah tekstil kemudian ada aksesoris juga,” ujar Risma kepada RRI.

Menurut Risma, ide pengembangan produk tersebut berawal dari kebiasaan masyarakat, khususnya perempuan, yang kerap membeli pakaian hingga jumlahnya menumpuk di lemari. Kondisi tersebut kemudian mendorong tim untuk mencari cara agar pakaian yang sudah tidak digunakan dapat kembali dimanfaatkan menjadi produk baru.

“Ide muncul sebenarnya itu sekarang kan cewek-cewek suka beli baju,” kata Risma.

Dalam proses pengembangannya, tim menghadapi tantangan dalam memperoleh bahan baku limbah tekstil. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka membuat program tukar kain yang memungkinkan masyarakat menukarkan kain yang sudah tidak digunakan dengan kesempatan untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan produk.

Rekan satu tim Risma, Netty, mengatakan program tersebut diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membuang kain yang sudah tidak terpakai. Kain yang sebelumnya tidak memiliki fungsi dapat dikumpulkan dan diolah kembali menjadi produk fesyen.

“Jika ada kain yang tidak digunakan bisa ditukar daripada dibuang,” ujar Netty.

Pengembangan Fashion Upcycle tersebut juga mendapat dukungan dari kampus melalui Inkubator Bisnis. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari workshop, kesempatan mengikuti pameran, hingga pendampingan dari mentor yang memiliki pengalaman dalam pengembangan usaha.

“Dukungan dari kampus yaitu Inkubator Bisnis,” jelas Netty.

Melalui dukungan tersebut, tim tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam memperkenalkan dan memasarkan inovasi kepada masyarakat.

Risma mengajak mahasiswa untuk tidak ragu memulai usaha dari ide yang dimiliki. Menurutnya, keberanian untuk memulai menjadi salah satu langkah penting dalam menemukan dan mengembangkan peluang usaha.

“Pesan untuk semuanya untuk memulai usaha, mulai aja dulu,” ujar Risma.

Sementara itu, Netty mendorong mahasiswa untuk membangun kerja sama dengan teman-teman terdekat. Menurutnya, ide yang dikembangkan bersama dapat menjadi awal untuk membangun sebuah usaha.

Kehadiran Fashion Upcycle di KMI Expo XVII 2026 menunjukkan bahwa limbah tekstil masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk fesyen yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Inovasi tersebut sekaligus menjadi salah satu contoh upaya mahasiswa dalam mengembangkan kewirausahaan dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya tidak lagi digunakan.