Print

India kini mengambil langkah progresif dalam menangani krisis limbah tekstil nasional dengan meluncurkan kompetisi inovasi bertajuk ‘What Is It Made Of?’. Inisiatif ini digagas oleh Kantor Komisaris Pengembangan (Handlooms) di bawah naungan Kementerian Tekstil India sebagai bagian dari program Weave The Future 4.0. Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat India mencatatkan produksi limbah tekstil yang mencapai 70,73 lakh ton setiap tahunnya. Melalui kompetisi ini, pemerintah mengundang warga, pelajar, perajin, peneliti, desainer, hingga wirausahawan untuk menciptakan solusi praktis yang mendorong sirkularitas, produksi berkelanjutan, serta konsumsi yang bertanggung jawab dengan mengubah pakaian bekas menjadi produk bernilai tambah.

Kompetisi ini terbuka bagi peserta berusia 16 hingga 45 tahun dari berbagai bidang keahlian, mulai dari desain, teknik, sains, teknologi, hingga komunikasi dan pengembangan komunitas. Terdapat lima kategori yang dapat dipilih oleh para peserta, yaitu upcycling, recycling, desain regeneratif, desain sistem, dan inovasi rantai pasok. Pendaftaran untuk ajang inovasi ini akan ditutup pada tanggal 20 Juli 2026. Bagi para finalis yang proyeknya terpilih, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk meraih pengakuan, menampilkan karya di ruang publik, memenangkan hadiah, serta memperoleh dukungan implementasi agar konsep mereka dapat diaplikasikan secara nyata.

Selain kompetisi utama, inisiatif Re-Stitch India turut diluncurkan untuk mengajak masyarakat, lembaga, dan komunitas menciptakan panel tekstil berukuran 1x1 meter dari limbah kain atau pakaian bekas. Karya-karya yang terkumpul nantinya akan disatukan menjadi instalasi kolaboratif raksasa yang akan dipamerkan selama acara Weave The Future 4.0 berlangsung di Dilli Haat, New Delhi, pada 12–17 Juli 2026. Acara ini akan mempertemukan lebih dari 100 brand, pendaur ulang, kolektif barang bekas, perajin, dan inovator untuk membahas berbagai aspek seperti perbaikan, repurposisi, dan desain sirkular.

Arti Kanwar, Sekretaris Tambahan Kementerian Tekstil India, menyatakan bahwa sektor tekstil India menggabungkan pengetahuan material tradisional dengan kebutuhan akan solusi praktis terhadap tantangan limbah yang terus meningkat. Ia berharap kompetisi ini dapat mengidentifikasi ide-ide yang memiliki potensi untuk diimplementasikan melampaui masa pameran. Sementara itu, M Beena selaku Komisaris Pengembangan (Handlooms) menegaskan bahwa inisiatif ini mengakui tradisi panjang India dalam memperpanjang usia pakai tekstil dan menempatkan pengetahuan tersebut sebagai pusat upaya ekonomi sirkular negara. Dengan menyatukan berbagai pihak mulai dari perajin hingga inovator, Weave The Future diharapkan mampu mempromosikan pendekatan berkelanjutan dan penggunaan material yang lebih bertanggung jawab di masa depan.