Mesir kini tengah melangkah mantap menuju pusat manufaktur tekstil berkelanjutan di Timur Tengah. Langkah ambisius ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pembiayaan besar antara Commercial International Bank-Mesir (CIB) dengan Paradise Textiles. Bank swasta terbesar di Mesir tersebut resmi mengucurkan dana sebesar 72 juta dolar AS atau sekitar 1,1 triliun rupiah untuk mendanai pembangunan pabrik kain terintegrasi di Zona Bebas Publik Amreya, Provinsi Iskandariyah. Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas manufaktur tekstil terbesar di kawasan yang sepenuhnya mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Total investasi untuk megaproyek ini mencapai 102 juta dolar AS, di mana CIB akan menutup mayoritas kebutuhan modal melalui tiga fase pencairan. Pada tahap pertama, dana sebesar 35,5 juta dolar AS telah disiapkan untuk segera dikucurkan guna memulai konstruksi dan pengadaan mesin. Sisa pendanaan akan disalurkan secara bertahap dalam dua tahun ke depan sesuai dengan jadwal pengembangan yang telah disepakati. Fokus utama dari pabrik ini adalah memproduksi kain poliester dan tekstil sintetis berkualitas tinggi yang akan menjadi bahan baku utama pakaian rumah (homewear) dan pakaian olahraga (sportswear) bagi merek-merek global ternama.
Hal yang membuat proyek ini menjadi sorotan dunia internasional adalah komitmennya terhadap keberlanjutan. Pabrik ini merupakan fasilitas pertama di Timur Tengah yang menargetkan sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED), sebuah standar emas global untuk bangunan hijau. Dengan menggunakan mesin-mesin mutakhir berkemampuan rendah emisi, pabrik ini berupaya meminimalkan dampak lingkungan sambil tetap menjaga efisiensi produksi yang tinggi. Penggunaan teknologi hemat air dan sistem pengolahan limbah yang canggih menjadi bagian integral dari operasional pabrik di Amreya tersebut.
Perwakilan dari manajemen CIB menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan perwujudan dari strategi bank dalam mendukung ekonomi hijau dan sektor industri nasional. "Investasi ini bukan sekadar tentang perluasan kapasitas produksi, tetapi tentang bagaimana kita mendefinisikan ulang masa depan industri tekstil Mesir agar lebih hijau, lebih efisien, dan kompetitif secara global," ungkap salah satu narasumber internal bank dalam laporan media setempat. Dukungan keuangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Mesir sebagai hub ekspor tekstil yang tidak hanya unggul dalam kualitas, tetapi juga mematuhi standar etika lingkungan yang kini semakin ketat di pasar Eropa dan Amerika Serikat.
Melalui kehadiran pabrik milik Paradise Textiles ini, Mesir tidak hanya menambah kapasitas produksinya, tetapi juga menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor industri teknologi tinggi. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara sektor perbankan dan industri manufaktur dapat menjadi mesin penggerak utama dalam mewujudkan target ekspor tekstil nasional. Dengan menggabungkan warisan "Emas Putih" kapas Mesir dan inovasi tekstil sintetis ramah lingkungan, Mesir siap merebut panggung utama dalam rantai pasok mode global di masa depan.