Print

Pemerintah Nigeria tengah bersiap meluncurkan kerangka kebijakan strategis baru untuk sektor kapas, tekstil, dan garmen (CTG) yang dijadwalkan rilis antara Juni hingga Juli mendatang. Langkah berani ini diambil sebagai upaya darurat nasional untuk menghidupkan kembali industri lokal yang sempat mati suri. Menteri Negara Perindustrian Nigeria, John Enoh, menegaskan bahwa kebijakan ini akan menjadi panduan menyeluruh yang dirancang khusus untuk menarik gelombang investasi baru, baik dari pemodal domestik maupun raksasa asing yang ingin menancapkan kuku bisnisnya di Afrika Barat.

Kondisi industri kapas di Nigeria memang berada di titik yang sangat kritis. Data statistik menunjukkan penurunan produksi yang luar biasa tragis; dari sekitar 200.000 metrik ton pada tahun 2001, melonjak turun hingga hanya menyisakan sekitar 10,000 metrik ton saja pada tahun 2025. Penurunan drastis ini memaksa peritel lokal bergantung sepenuhnya pada kain dan pakaian jadi impor berkualitas rendah yang membanjiri pasar. Namun, secercah harapan muncul dari kesuksesan Fase Pertama Program Transformasi Industri CTG Nasional di Abuja, yang membuktikan bahwa kapas lokal sebenarnya mampu ditanam, diproses, hingga dijahit menjadi garmen siap pakai hanya dalam waktu enam hingga tujuh bulan.

"Proyek percontohan kami telah membuktikan secara nyata bahwa kaos oblong yang diproduksi secara lokal dari kapas asli Nigeria memiliki kualitas, harga, dan kuantitas yang jauh lebih unggul dibandingkan produk impor," ujar Menteri John Enoh dengan nada optimistis di hadapan para pelaku industri di Abuja. Ia menambahkan bahwa program ini akan segera bergeser dari skala pilot menuju fase ekspansi massal yang melibatkan seluruh ekosistem hulu ke hilir.

Sinergi pembiayaan juga diperkuat demi menjamin keberhasilan kebijakan baru ini. Direktur Utama Bank Pertanian Nigeria, Ayo Sotinrin, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana matang untuk mengucurkan pembiayaan khusus bagi para petani kapas skala kecil. Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang menggodok dana abadi khusus yang akan disalurkan melalui bank untuk menyokong para operator di seluruh rantai nilai industri CTG. Sotinrin menegaskan bahwa fokus pendanaan bank akan diarahkan pada pengadaan benih unggul, pupuk berkualitas, perlindungan tanaman, serta penerapan sistem pertanian berbasis teknologi mutakhir guna mengembalikan kejayaan komoditas 'emas putih' Nigeria di panggung global.