Print

Panggung industri fashion dunia pekan ini tertuju sepenuhnya pada Javits Center, New York City, saat Texworld NYC, Apparel Sourcing NYC, dan Printsource kembali digelar pada 20–22 Januari 2026. Pertemuan akbar ini menyatukan komunitas tekstil dan pakaian jadi global dalam tiga hari penuh eksplorasi, wawasan, dan koneksi strategis. Di tengah dinamika rantai pasok yang kian kompleks, pameran musim dingin 2026 ini hadir bukan sekadar sebagai tempat jual-beli, melainkan sebagai kompas bagi para pelaku industri untuk menavigasi realitas baru yang mengutamakan fleksibilitas dan transparansi.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah penajaman kategori specialty sourcing yang dirancang untuk mempermudah pembeli menemukan mitra yang tepat secara presisi. Inisiatif Texpertise Econogy menjadi garda terdepan dalam menyatukan aspek ekonomi dan ekologi, menyoroti eksibitor yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan. Selain itu, tren ekonomi sirkular diperkuat melalui area Deadstock, yang menawarkan kain sisa berkualitas tinggi dan material daur ulang untuk mendukung desain yang sadar lingkungan. Bagi desainer independen dan merek berkembang, kategori Small Quantity hadir sebagai solusi praktis dengan menawarkan jumlah pesanan minimum yang rendah, memungkinkan fleksibilitas luar biasa untuk koleksi kapsul.

"Saat ini, merek-merek tidak lagi sekadar mencari pabrik. Mereka mencari sistem pengadaan yang memberikan fleksibilitas, transparansi, dan stabilitas jangka panjang," ungkap Caner Ozkan, Show Manager Fashion + Apparel di Messe Frankfurt Inc. Ia menegaskan bahwa tujuan utama Texworld adalah membuat seluruh proses pengambilan keputusan tersebut menjadi nyata dan dapat ditindaklanjuti dalam satu lokasi. Visi ini diperkuat dengan kehadiran paviliun internasional yang mencerminkan pergeseran strategi produksi global, mulai dari kekuatan manufaktur Bangladesh hingga inovasi tekstil teknis dari Korea Selatan yang melibatkan lebih dari 20 perusahaan terkemuka.

Pameran ini juga menjembatani sisi produksi dengan kreativitas melalui kolaborasi dengan Printsource, platform desain permukaan dan tekstil yang menampilkan karya seni orisinal dari berbagai studio internasional. Tak hanya itu, edukasi menjadi pilar penting melalui seri Textile Talks yang menghadirkan pemimpin industri dari merek ternama seperti Tory Burch, Victoria’s Secret, COACH, hingga Thom Browne. Para pakar ini berbagi wawasan nyata tentang bagaimana merek global tetap inovatif dan bertanggung jawab di tengah tantangan geopolitik. Dengan integrasi teknologi digital pada aplikasi seluler untuk mempermudah pelacakan eksibitor, gelaran ini memastikan bahwa setiap profesional yang hadir memiliki perangkat dan koneksi yang dibutuhkan untuk melangkah maju dengan percaya diri di pasar fashion 2026.