Print

Sebuah aliansi langka yang terdiri atas pabrik-pabrik tekstil, importir apparel, dan peritel di Amerika Serikat mengajukan usulan agar kredit tarif dapat melipatgandakan ekspor tekstil ke kawasan Belahan Bumi Barat hingga mencapai USD 29 miliar serta menciptakan lebih dari 56.000 lapangan kerja. Usulan yang diajukan pada 6 Juli kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) ini memungkinkan perusahaan memperoleh kredit ketika membeli tekstil AS atau apparel yang memenuhi syarat dari mitra Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dan Perjanjian Perdagangan Bebas Republik Dominika-Amerika Tengah-Amerika Serikat (CAFTA-DR).

Kredit dasar ini dirancang sebesar 20 persen dari nilai pabean pakaian, ditambah kredit tambahan 35 atau 40 persen dari nilai benang atau kain US, yang dapat digunakan untuk mengimbangi bea masuk Section 301.

Kendati demikian, data TexPro menunjukkan realitas yang jauh berbeda karena ekspor relevan justru menyusut, pangsa pemasok AS menurun, dan pasar regional non-AS yang dapat diobservasi hanya bernilai USD 5,32 miliar. Klaim koalisi bahwa 70 persen ekspor tekstil AS senilai USD 14.5 miliar ke Belahan Bumi Barat dapat berlipat ganda dinilai tidak sejalan dengan data produk yang ada. Berdasarkan catatan TexPro, ekspor AS di 72 pos terpilih ke Kanada, Meksiko, dan enam mitra CAFTA-DR hanya sebesar USD 4,63 miliar pada tahun 2025, mengalami kontraksi sebesar 23,9 persen sejak tahun 2019. Penurunan ini mencakup ekspor benang yang merosot 13,4 persen menjadi USD 1,60 miliar serta kain tenun yang turun 7,1 persen menjadi USD 870 juta.

Selain itu, pengujian pasar di enam wilayah menunjukkan bahwa penjualan AS justru turun dari USD 3,19 miliar menjadi USD 2,98 miliar pada tahun 2025, sehingga pangsa pasar AS terpangkas dari 42,7 menjadi 35,9 persen sementara pangsa China meningkat menjadi 28,9 persen. Untuk mencapai target ambisius peningkatan ekspor sebesar USD 14,5 miliar, AS harus merebut sekitar 87 persen dari seluruh pasar non-AS yang ada, sebuah angka yang 2,7 kali lebih besar dari total kumpulan non-AS yang dapat diobservasi. Meskipun kredit tarif berpotensi menjadi insentif yang kredibel untuk menarik minat sumber pasokan regional, target USD 29 miliar tersebut masih memerlukan pembangunan pabrik baru, tambahan tenaga kerja, serta lonjakan drastis produksi apparel di Meksiko dan Amerika Tengah sebelum dapat dibuktikan secara nyata.