Print

Pasar tekstil dan pakaian jadi Amerika Serikat mengalami fase koreksi sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan data perdagangan internasional dari Office of Textiles and Apparel (OTEXA) di bawah Departemen Perdagangan AS, nilai impor tekstil dan apparel merosot 7,12 persen menjadi 47,670 miliar dolar AS pada Januari hingga Juni 2026, turun dari 51,326 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan pada kapasitas daya beli pembeli di Amerika Serikat. Kategori pakaian jadi atau apparel yang menjadi produk dominan melemah 7,71 persen menjadi 35,087 miliar dolar AS dari 38,020 miliar dolar AS. Sementara itu, impor non-apparel turut turun sebesar 5,43 persen menjadi 12,583 miliar dolar AS.

Di tengah penurunan tersebut, Vietnam mempertahankan posisinya sebagai pemasok utama dengan pangsa pasar 18,62 persen, diikuti oleh China di posisi kedua dengan 14,80 persen. Penurunan impor dari enam dari sepuluh pemasok utama menunjukkan tekanan pada daya beli, meskipun beberapa negara kecil diuntungkan oleh tren diversifikasi rantai pasok untuk memitigasi risiko geopolitik.

Pada segmen apparel, pengiriman tercatat naik dari Kamboja sebesar 12,61 persen, Vietnam 1,33 persen, Italia 8,07 persen, dan Indonesia 3,67 persen. Sebaliknya, pengiriman dari China merosot tajam 37,65 persen, India 25,19 persen, Bangladesh 5,58 persen, Meksiko 10,06 persen, serta Pakistan 3,26 persen.

Realokasi serupa terjadi pada segmen non-apparel. Impor melonjak dari Vietnam sebesar 19,21 persen, Italia 16,94 persen, Kamboja 6,52 persen, Korea Selatan 3,20 persen, Indonesia 2,73 persen, Pakistan 0,33 persen, dan Turki 7,83 persen. Sebaliknya, pengiriman dari China turun 17,18 persen, India 21,11 persen, dan Meksiko 0,78 persen.

Dari sisi komoditas, produk serat sintetis atau man-made fibre mendominasi total impor AS sebesar 24,141 miliar dolar AS karena keunggulan biaya dan ketersediaannya sepanjang tahun. Produk berbahan dasar katun menyusul di angka 20,111 miliar dolar AS, diikuti tekstil wol sebesar 1.633,094 juta dolar AS, serta produk sutra dan serat nabati sebesar 1.783,978 juta dolar AS.

Kinerja paruh pertama tahun 2026 ini mengikuti tren tahun sebelumnya, di mana impor tekstil dan pakaian jadi AS sempat turun 3,34 persen menjadi 104,053 miliar dolar AS sepanjang 2025, setelah sebelumnya tumbuh tipis 2,66 persen pada 2024 dan mengalami kontraksi tajam pada tahun-tahun sebelumnya.