Print

Pemerintah Vietnam secara resmi telah mengambil langkah besar dalam memperkokoh basis industrinya melalui persetujuan kebijakan strategis untuk Rancangan Undang-Undang (RUU) Industri Kunci. Langkah ini dikukuhkan melalui Resolusi No. 82/NQ-CP yang diterbitkan pada 3 April 2026, yang menandai pergeseran fundamental dalam peta jalan industrialisasi negara tersebut. Dengan target ambisius untuk mencapai status negara berpenghasilan tinggi, Vietnam kini tidak lagi hanya ingin menjadi pusat perakitan global, melainkan sedang membangun ekonomi yang tangguh dan didorong oleh teknologi tinggi serta inovasi.

Fokus utama dari kerangka kebijakan baru ini adalah memperkuat kapabilitas manufaktur domestik untuk produk-produk industri kritis guna memutus rantai ketergantungan pada impor. Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penguatan industri pendukung yang selama ini menjadi celah dalam integrasi rantai pasok mereka. Dengan mengintegrasikan sektor hulu dan hilir secara lebih mendalam, Vietnam berupaya meningkatkan daya saing industri nasionalnya di panggung global. Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam kini telah ditugaskan untuk memimpin penyusunan draf tersebut, berkoordinasi erat dengan berbagai lembaga untuk menyelesaikan tantangan struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan.

Salah satu poin krusial dalam legislasi ini adalah transisi model industri dari ekspansi berbasis volume menuju pengembangan berbasis nilai. Vietnam bertekad untuk melampaui operasi berbasis perakitan murni dan mulai merambah ke aktivitas bernilai tinggi seperti riset, desain, dan manufaktur canggih. Hal ini sejalan dengan upaya mereka untuk mematuhi aturan asal barang (rules of origin) dalam berbagai perjanjian perdagangan bebas internasional, sehingga produk-produk buatan Vietnam dapat menikmati insentif tarif secara maksimal. Transformasi ini dipandang penting untuk menempatkan perusahaan-perusahaan Vietnam pada posisi yang lebih kompetitif dalam rantai pasok global.

Dalam konteks investasi, undang-undang ini diprediksi akan membawa pendekatan yang lebih selektif terhadap investasi asing langsung (FDI). Prioritas akan diberikan kepada sektor-sektor teknologi tinggi dan industri fondasi, dengan penekanan kuat pada transfer teknologi serta kemitraan antara investor asing dan perusahaan domestik. Seorang pejabat kementerian dalam laporan media setempat menyatakan bahwa tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem di mana modal asing tidak hanya numpang lewat, tetapi benar-benar meningkatkan kapasitas industri nasional secara menyeluruh. Dengan tinjauan regulasi yang sedang berlangsung untuk memastikan sinkronisasi dengan kewajiban internasional, langkah ini menjadi tonggak sejarah yang menegaskan bahwa Vietnam siap berevolusi menjadi kekuatan industri baru di Asia.