Print

Sektor tekstil dan garmen Vietnam kembali memperlihatkan performa yang solid di kancah perdagangan internasional pada pertengahan tahun 2026 ini. Berdasarkan laporan terbaru dari Departemen Teknologi Informasi dan Statistik Pabean di bawah Kementerian Keuangan, total pengiriman produk tekstil dan pakaian jadi—di luar kategori benang serta serat—berhasil membukukan angka 22,863 miliar dolar AS terhitung sejak Januari hingga Juli 2026. Perolehan tersebut merefleksikan tren kenaikan tipis sebesar 1,1 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tidak hanya produk pakaian jadi yang menunjukkan tren positif, sektor ekspor benang nasional turut mencatatkan lonjakan kinerja yang cukup impresif. Dari sisi nilai, pengiriman benang melesat hingga 11,1 persen secara tahunan menjadi 2,723 miliar dolar AS, sementara volume pengirimannya tumbuh 3,0 persen dengan total mencapai 1.127.112 ton. Dinamika bulanan turut memperkuat tren pemulihan ini, di mana pada Juli 2026 saja, ekspor tekstil dan garmen mendaki 7,7 persen secara bulanan menjadi 3,982 miliar dolar AS, disusul oleh kenaikan ekspor benang sebesar 5,5 persen dengan nilai 430,229 juta dolar AS.

Seiring dengan ekspansi penjualan ke luar negeri, aktivitas impor bahan baku penunjang industri dalam negeri juga mengalami penyesuaian yang proporsional. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, impor kapas Vietnam naik secara volume sebesar 6,3 persen menjadi 1.160.998 ton senilai 1,878 miliar dolar AS. Pengadaan bahan baku benang luar negeri juga ikut terkerek naik sebesar 12,4 persen secara nilai menjadi 1,834 miliar dolar AS. Sementara itu, pasokan kain impor yang mayoritas diserap dari negara mitra seperti Tiongkok, Korea Selatan, serta Taiwan menyentuh angka 8,945 miliar dolar AS atau meningkat 2,2 persen dari tahun sebelumnya.

Catatan positif di paruh pertama tahun 2026 ini menjadi angin segar bagi para pelaku industri, mengingat pada tahun 2025 lalu akumulasi ekspor tekstil, garmen, dan benang Vietnam sempat berada di angka 43,955 miliar dolar AS dan belum berhasil memenuhi target ambisius kisaran 47 hingga 48 miliar dolar AS. Kendati demikian, tren pertumbuhan yang konsisten sejak tahun 2024—ketika ekspor pakaian jadi sempat melonjak 11,2 persen ke level 37,036 miliar dolar AS—terus memupuk optimisme pasar. Asosiasi Tekstil dan Garmen Vietnam (VITAS) bahkan telah mematok target tinggi agar total ekspor gabungan untuk kategori tekstil, garmen, dan benang dapat menembus angka 50 miliar dolar AS sepanjang tahun 2026.