Print

Pemerintah India melalui Kementerian Perdagangan bergerak cepat memperkuat kesiapan para eksportir nasional dalam menghadapi rezim pajak karbon Uni Eropa melalui mekanisme Carbon Border Adjustment Mechanism atau CBAM. Langkah proaktif ini dilakukan mengingat pemberlakuan rezim definitif CBAM telah dimulai pada Januari 2026, yang disusul dengan kewajiban pembayaran finansial pertama pada tahun 2027 mendatang.

Sebagai bentuk konkret sosialisasi, Departemen Perdagangan berkolaborasi dengan Badan Akreditasi Nasional untuk Lembaga Sertifikasi (NABCB) serta Dewan Promosi Ekspor Teknik (EEPC) baru-baru ini menggelar sesi kesadaran khusus di Vanijya Bhawan, New Delhi. Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 eksportir dan pemangku kepentingan industri tersebut berfokus pada penguasaan data emisi, tata cara pelaporan, serta persyaratan akreditasi dan verifikasi yang ketat dari Uni Eropa.

Dalam tahap awal implementasinya, kebijakan CBAM Uni Eropa secara spesifik menyasar enam sektor utama yang padat karbon, yakni produk besi dan baja, aluminium, pupuk, semen, listrik, serta hidrogen. Pemerintah India menyadari bahwa mekanisme ini berpotensi mendongkrak biaya efektif ekspor ke pasar Eropa dan menggerus daya saing produk nasional, terutama apabila para produsen domestik gagal menyediakan data emisi aktual yang telah diverifikasi secara akurat. Oleh karena itu, studi kasus praktis untuk sektor besi, baja, dan aluminium turut dibahas mendalam agar pelaku usaha memahami aplikasi aturan di lapangan.

Ketua EEPC India, Pankaj Chadha, menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh di sepanjang rantai pasok ekspor, termasuk ketersediaan data emisi yang valid dari para pemasok lokal. Keberadaan mekanisme verifikasi yang efektif dinilai menjadi kunci utama agar eksportir India dapat mematuhi regulasi tanpa hambatan berarti. Tantangan terbesar saat ini bagi eksportir India adalah membangun sistem pelacakan data emisi yang andal untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan tahunan pertama.

Berdasarkan ketentuan Uni Eropa, importir diwajibkan melaporkan emisi tertanam secara tahunan serta menyerahkan sertifikat CBAM. Deklarasi tahunan dan penyerahan sertifikat pertama yang mencakup seluruh impor sepanjang tahun 2026 dijadwalkan paling lambat pada 30 September 2027. Melalui akselerasi persiapan ini, India berupaya memitigasi dampak finansial sekaligus menjaga eksistensi produk ekspornya di pasar Eropa.