Print

Italia secara resmi mengambil langkah tegas untuk membendung dominasi platform ultra-fast fashion seperti Shein dan Temu yang kian tak terkendali. Pada hari Selasa, Senat Italia mengesahkan "Legge di Bilancio 2026" atau Undang-Undang Anggaran 2026, yang memperkenalkan kebijakan pungutan sebesar 2 euro untuk setiap paket yang masuk ke Italia dari luar Uni Eropa dengan nilai di bawah 150 euro. Langkah ini merupakan perubahan radikal dari kebijakan sebelumnya di mana barang-barang bernilai rendah dibebaskan dari bea masuk, sebuah celah hukum yang selama ini dieksploitasi untuk membanjiri pasar dengan produk murah dan berkualitas rendah.

Kebijakan ini merupakan jawaban langsung atas tuntutan berbagai asosiasi industri mode terkemuka, termasuk Confindustria Moda dan Camera Nazionale della Moda Italiana. Mereka telah lama menyuarakan kekhawatiran mengenai ketidakadilan persaingan akibat arus barang tanpa regulasi yang merusak ekosistem mode lokal. Camera della Moda memperkirakan sekitar satu juta paket dari luar Uni Eropa beredar di Italia tahun lalu, dengan nilai impor barang fesyen dari Tiongkok melonjak 11,8 persen hingga mencapai 4,5 miliar euro pada periode delapan bulan pertama tahun 2024.

Keputusan Italia ini mendahului rencana Uni Eropa yang lebih luas untuk menghapuskan ambang batas bebas bea bagi paket di bawah 150 euro pada kuartal pertama 2026. Langkah Italia dan Uni Eropa ini juga bergema dengan kebijakan Amerika Serikat yang telah lebih dulu mencabut kelonggaran de minimis untuk menghambat arus impor murah asal Tiongkok. Di tingkat regional, Prancis menjadi negara yang paling vokal mendukung regulasi ini, setelah sebelumnya melakukan tindakan hukum terhadap anak perusahaan Shein atas tuduhan persaingan tidak sehat dan pelanggaran standar keamanan produk.

Meski RUU ini masih memerlukan persetujuan dari Majelis Rendah parlemen Italia, aturan hukum setempat memastikan bahwa Majelis Rendah tidak memiliki kapasitas untuk mengubah isi RUU tersebut dan harus disahkan sebelum akhir tahun. "Ini adalah langkah krusial untuk melindungi integritas industri manufaktur kami," ungkap salah satu perwakilan asosiasi fesyen Italia dalam menanggapi kebijakan tersebut. Dengan pengenaan biaya tambahan untuk penanganan dan impor ini, Italia berharap dapat menyeimbangkan arena bermain bagi produsen domestik yang selama ini terhimpit oleh model bisnis ultra-fast fashion yang agresif dan sering kali mengabaikan standar keberlanjutan.