Print

Kabar kurang sedap datang dari industri manufaktur Eropa, di mana sektor mesin tekstil Italia mencatatkan penurunan pesanan yang sangat tajam pada kuartal keempat tahun 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis, permintaan global terhadap teknologi tekstil "Made in Italy" merosot hingga 36 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan betapa menantangnya lingkungan pasar global saat ini, yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi dan melambatnya investasi di sektor industri sandang dunia.

Kemerosotan ini terasa merata, baik di pasar domestik maupun mancanegara. Di dalam negeri, pesanan mesin tekstil Italia terjun bebas hingga 50 persen, sebuah angka yang menunjukkan kelesuan investasi manufaktur di Italia. Sementara itu, pasar luar negeri yang biasanya menjadi tulang punggung sektor ini juga mengalami kontraksi sebesar 34 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (Juli-September 2025), total pesanan turun signifikan sebesar 25 persen, membawa indeks pesanan ke titik rendah yakni 31,5 poin berdasarkan basis referensi tahun 2021.

Sepanjang tahun 2025, total asupan pesanan secara kumulatif turun 22 persen dibandingkan tahun 2024. Ketidakpastian ini diperparah dengan sisa simpanan pesanan (order backlog) yang hanya cukup untuk menopang produksi selama kurang lebih 2,9 bulan ke depan. Hal ini memberikan visibilitas jangka pendek yang sangat terbatas bagi para produsen untuk merencanakan strategi operasional mereka di tahun 2026. Meski hampir seluruh lini terdampak, segmen mesin pemintalan (spinning) dilaporkan masih menunjukkan dinamika yang sedikit lebih kuat dibandingkan sektor lainnya.

Menanggapi situasi yang sulit ini, Marco Salvadè, Presiden ACIMIT (Asosiasi Produsen Mesin Tekstil Italia), mengakui bahwa lingkungan operasional saat ini memang sangat menuntut bagi para produsen. Namun, di tengah awan mendung tersebut, Salvadè melihat masih ada secercah harapan yang datang dari pasar Asia. Data ekspor selama sepuluh bulan pertama tahun 2025 menunjukkan lonjakan permintaan yang luar biasa dari India, yang tumbuh sebesar 46,7 persen. Capaian ini menjadikan India sebagai pasar tujuan utama bagi mesin tekstil Italia, menggeser dominasi pasar tradisional lainnya.

Salvadè menegaskan bahwa kunci pemulihan sektor ini terletak pada konsistensi perusahaan dalam berinovasi dan menjaga kualitas produk. Menurutnya, memiliki kehadiran yang kuat di pasar-pasar strategis seperti India akan menjadi penentu bagi kebangkitan industri ini. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, para pelaku industri tetap memasang sikap waspada. Meski perkiraan masih bersifat hati-hati, sejumlah perusahaan mulai melihat adanya potensi stabilitas atau sedikit perbaikan dibandingkan akhir tahun lalu, sembari berharap pemulihan ekonomi global segera memberikan angin segar bagi sektor mesin tekstil.