Print

Di tengah dinamika regulasi yang kian menantang, Konfederasi Pakaian dan Tekstil Eropa (EURATEX) secara resmi mengukuhkan kembali Mario Jorge Machado sebagai Presiden. Keputusan ini mencerminkan strategi keberlanjutan kepemimpinan yang dipandang krusial bagi sektor tekstil Eropa saat mereka menavigasi periode transformasi regulasi yang kompleks serta tekanan kompetisi global yang semakin intens. Di bawah kepemimpinan Machado, EURATEX menegaskan bahwa industri harus segera melakukan dekarbonisasi, namun dengan catatan penting bahwa proses ini tidak boleh memicu deindustrialisasi massal, sebuah kekhawatiran yang kian menguat seiring dengan melonjaknya biaya energi dan perubahan dinamika perdagangan internasional.

Machado menekankan bahwa fondasi utama bagi kebijakan industri pada tahun 2026 adalah daya saing yang kokoh. Menurutnya, tanpa stabilitas lingkungan bisnis, perusahaan akan kesulitan mengamankan modal yang dibutuhkan untuk investasi teknologi tingkat lanjut, seperti otomasi berbasis kecerdasan buatan, daur ulang kimia, hingga sistem pelacakan digital. EURATEX kini tengah giat melakukan advokasi agar tersedia dukungan fiskal yang terarah bagi usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memodernisasi lini produksi mereka. Upaya ini bertujuan agar Eropa tetap diakui sebagai pusat manufaktur tekstil bernilai tambah tinggi di tingkat global, bukan sekadar menjadi pasar konsumen semata.

Lebih jauh, salah satu pilar utama dalam mandat baru ini adalah harmonisasi aturan pasar. EURATEX meningkatkan advokasinya untuk penegakan aturan di perbatasan yang lebih ketat serta pengawasan digital guna membendung masuknya produk impor yang kerap mengabaikan standar lingkungan dan sosial. Machado menyoroti adanya beban ganda yang dihadapi perusahaan Eropa, di mana mereka harus mematuhi kepatuhan internal yang sangat ketat sekaligus menghadapi persaingan tidak adil dari produk impor berbiaya rendah. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam menyongsong penerapan Paspor Produk Digital wajib pada tahun 2027 yang akan menuntut transparansi data menyeluruh bagi setiap pakaian yang dijual di Uni Eropa.

Selain berfokus pada sisi defensif, EURATEX juga terus mendorong kerangka regulasi yang mampu memberikan apresiasi bagi manufaktur berkinerja tinggi. Melalui pemanfaatan pengadaan publik dan label ramah lingkungan yang transparan, konfederasi ini berharap dapat memacu permintaan pasar terhadap tekstil berkelanjutan buatan Eropa. Dengan demikian, kepatuhan ekologis diharapkan dapat bertransformasi menjadi keunggulan kompetitif bagi pelaku industri, bukan sekadar beban operasional. Sebagai organisasi yang mewakili sekitar 200.000 perusahaan dengan 1,2 juta tenaga kerja, EURATEX terus memikul tanggung jawab besar dalam membimbing sektor ini melewati transisi digital dan hijau, sembari tetap menjaga keseimbangan antara keahlian tradisional dan teknologi manufaktur yang canggih.