PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi tahun 2026 seiring membaiknya kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional serta meningkatnya dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut. Perseroan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja keuangan, mulai dari peremajaan mesin produksi hingga pengembangan inovasi berbasis riset.

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, menyampaikan bahwa pemulihan industri TPT yang mulai terasa sejak semester II-2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan untuk memperkokoh fundamental bisnis. Menurutnya, sinyal positif dari kondisi industri dan kebijakan pemerintah membuka peluang bagi BELL untuk melanjutkan penguatan kinerja pada 2026.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BELL akan melakukan peremajaan mesin guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas produk, serta mengembangkan produk baru yang berorientasi pada riset dan inovasi. Perseroan juga menghadirkan Trisula Innovation Center sebagai fasilitas terintegrasi yang mendukung pengembangan inovasi dan peningkatan daya saing produk tekstil.

Optimisme BELL tidak terlepas dari kinerja positif yang dibukukan sepanjang 2025. Hingga kuartal III-2025, Perseroan mencatatkan laba kuartalan sebesar Rp1,16 miliar, melonjak signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat Rp234,95 juta. Peningkatan laba tersebut sejalan dengan mulai pulihnya industri TPT pada paruh kedua 2025.

Dari sisi penjualan, kinerja Perseroan juga terdorong oleh lonjakan permintaan pada segmen seragam. Pada kuartal III-2025, penjualan segmen ini mencapai Rp37,30 miliar, meningkat tajam dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp2,74 miliar. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan pengadaan seragam dari pelanggan instansi maupun korporasi.

Secara keseluruhan, manajemen BELL tetap optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja pada level single digit sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini dinilai mencerminkan kemampuan Perseroan dalam beradaptasi dengan dinamika pasar serta membaca kebutuhan domestik secara tepat.

Terkait pergerakan harga saham, manajemen menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Fokus utama Perseroan, menurut Karsongno, tetap diarahkan pada penguatan fundamental jangka panjang melalui eksekusi strategi bisnis yang konsisten, peningkatan efisiensi operasional, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.