Pasar tekstil dan pakaian jadi Amerika Serikat mengalami fase koreksi sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan data perdagangan internasional dari Office of Textiles and Apparel (OTEXA) di bawah Departemen Perdagangan AS, nilai impor tekstil dan apparel merosot 7,12 persen menjadi 47,670 miliar dolar AS pada Januari hingga Juni 2026, turun dari 51,326 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Amerika Serikat, sebagai salah satu pasar konsumen produk tekstil dan busana terbesar di dunia, mencatatkan tren penurunan yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan data perdagangan internasional terbaru yang dirilis oleh Office of Textiles and Apparel (OTEXA) di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat, total impor tekstil dan pakaian jadi negeri Paman Sam tersebut menyusut sebesar 7,12 persen menjadi 47,670 miliar dolar AS, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 51,326 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan adanya tekanan nyata pada daya beli pembeli di Amerika Serikat serta perubahan pola konsumsi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

Kisah sukses nearshoring industri pakaian jadi Meksiko kini memasuki babak yang lebih menantang. Meskipun posisi Meksiko sebagai mitra dagang strategis Amerika Serikat tetap kokoh berkat kedekatan geografis dan perjanjian USMCA, data terbaru dari TexPro menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Volume ekspor pakaian Meksiko pada Januari hingga April 2026 tercatat sebesar 1,51 miliar dolar AS, angka yang hanya naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan masih jauh berada di bawah puncak pencapaian tahun 2023. Di balik angka-angka tersebut, ketergantungan Meksiko terhadap pasar Amerika Serikat semakin absolut, dengan sekitar 96 persen dari seluruh ekspor pakaian mereka menuju ke Utara.

Sebuah aliansi langka yang terdiri atas pabrik-pabrik tekstil, importir apparel, dan peritel di Amerika Serikat mengajukan usulan agar kredit tarif dapat melipatgandakan ekspor tekstil ke kawasan Belahan Bumi Barat hingga mencapai USD 29 miliar serta menciptakan lebih dari 56.000 lapangan kerja. Usulan yang diajukan pada 6 Juli kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) ini memungkinkan perusahaan memperoleh kredit ketika membeli tekstil AS atau apparel yang memenuhi syarat dari mitra Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) dan Perjanjian Perdagangan Bebas Republik Dominika-Amerika Tengah-Amerika Serikat (CAFTA-DR).

Di tengah badai inflasi yang menghantam hampir seluruh sendi pengeluaran rumah tangga di Amerika Serikat, ada satu sektor yang seolah kebal terhadap tren kenaikan harga yang tak terbendung. Sementara biaya perumahan melonjak tajam, tagihan bahan makanan terus merangkak naik, dan harga energi semakin menekan anggaran, kategori pakaian dan alas kaki justru menunjukkan fenomena yang sangat kontras. Konsumen kini menikmati produk yang jauh lebih baik dibandingkan dua dekade lalu, namun dengan lonjakan harga yang tergolong sangat minim.