Pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Donald Trump secara agresif meluncurkan The Great American Cotton Plan demi mendongkrak kembali kejayaan industri kapas domestiknya yang tengah sekarat. Rencana besar yang diumumkan oleh Menteri Pertanian AS, Brooke L. Rollins, ini menjadi langkah paling ofensif Washington di tengah bayang-bayang kerugian masif petani kapas AS selama lima tahun berturut-turut. Kegelisahan AS memuncak setelah takhta mereka sebagai eksportir kapas terbesar di dunia resmi direbut oleh Brasil sejak tahun 2023 akibat lonjakan biaya produksi, hantaman serat sintetis murah, serta runtuhnya pengapalan ke China hingga 90 persen akibat perang dagang yang berkepanjangan.
Pasar pembuat tren fesyen di Brasil kini tengah mengalami pergeseran pasokan yang masif seiring dengan lonjakan drastis arus masuk produk pakaian jadi dari luar negeri. Berdasarkan data terbaru dari perangkat intelijen pelacakan pasar TexPro, nilai impor pakaian Negeri Samba melesat hingga 18,97 persen pada kuartal pertama tahun 2026, menyentuh angka 833,75 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 700,82 juta dolar AS. Lonjakan ini terjadi di tengah bayang-bayang ketidakpastian tarif dagang global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta biaya logistik pengapalan laut yang tidak menentu.
Kebijakan tarif agresif yang diluncurkan pemerintahan Trump dengan janji membangkitkan kembali industri dalam negeri ternyata membuahkan hasil yang pahit bagi sektor tekstil Amerika Serikat. Alih-alih memicu renaisans manufaktur lokal, data terbaru dari Kearney Reshoring Index 2026 justru menunjukkan fenomena yang mengejutkan: output manufaktur pakaian jadi di AS anjlok drastis sebesar 17 persen sepanjang tahun 2025.
Industri tekstil di South Carolina kini membidik angin segar setelah Senator Republik, Lindsey Graham, resmi mengajukan rancangan undang-undang baru bernama Coast Guard Personnel Equipment Act. Langkah legislatif ini dirancang khusus untuk mewajibkan seluruh seragam personel Pasukan Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Selama ini, institusi tersebut menjadi satu-satunya cabang militer yang dikecualikan dari aturan wajib belanja domestik, sebuah celah hukum yang dinilai mengancam keamanan nasional sekaligus memukul mata pencaharian buruh lokal.
Sektor tekstil Amerika Serikat saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang menentukan antara kepunahan dan kebangkitan. Setelah dihantam badai geopolitik dan ketidakpastian ekonomi yang memaksa 40 pabrik tutup dalam waktu kurang dari dua tahun, industri yang menjadi tulang punggung bagi lebih dari 450.000 pekerja ini mulai menyusun kekuatan baru di Washington. Dengan nilai pengiriman yang menyusut menjadi $60,9 miliar pada tahun lalu, para pelaku industri kini menaruh harapan besar pada sinergi politik di bawah administrasi Trump untuk mengembalikan kejayaan manufaktur domestik.
Page 2 of 6