Seiring dengan posisi Shenzhen yang kian kuat di garis depan teknologi mode, Intertextile Shenzhen Apparel Fabrics 2026 siap diselenggarakan dengan tema utama inovasi tekstil. Berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Juni, pameran ini akan memberikan platform strategis bagi para eksibitor untuk memanfaatkan sektor garmen yang berkembang pesat di kota tersebut serta kawasan Greater Bay Area (GBA) yang lebih luas. Kawasan ini telah berhasil mengintegrasikan kecerdasan buatan atau AI ke dalam berbagai elemen industri, mulai dari proses inspeksi dan desain hingga manajemen data dan transaksi digital. Edisi mendatang akan melanjutkan momentum teknologi dari tahun-tahun sebelumnya dengan memperkenalkan debut area pameran Innovation Studio serta forum Future Horizons.

Ms. Wilmet Shea selaku General Manager Messe Frankfurt (HK) Ltd menjelaskan bahwa pembeda utama dari platform ini adalah posisi uniknya dalam memanfaatkan reputasi Shenzhen sebagai pusat fashion sekaligus inovasi dunia. Mengingat kota-kota di Greater Bay Area semakin mengandalkan adopsi AI dan kemajuan teknologi untuk memperkuat sektor pakaian mereka, pihak penyelenggara berupaya memberikan lebih banyak jalan bagi eksibitor untuk menarik pembeli relevan baik dari pasar domestik maupun internasional. Keputusan untuk mengadopsi tema inovasi tekstil ini merupakan respon langsung terhadap sentimen pasar dan selaras dengan konsep global "Texpertise Focus AI" yang sedang digulirkan secara mendunia tahun ini.

 

Upaya integrasi AI ini sebenarnya dilakukan di lebih dari 60 pameran tekstil yang dikelola perusahaan di seluruh dunia, dan Intertextile Shenzhen memegang peran pendukung yang sangat kuat. Sektor publik dan swasta di Shenzhen terus bekerja sama mengembangkan kota ini, khususnya kawasan CBD di Futian, sebagai jantung mode bagi GBA. Selain itu, kawasan Humen di Dongguan juga menjadi contoh nyata bagaimana pusat regional menggunakan AI untuk meningkatkan digitalisasi, keberlanjutan, dan daya tarik global industri garmennya. Lokasi pameran di Futian yang mudah diakses dari Dongguan, Guangzhou, dan Hong Kong menjadikannya magnet bagi pengunjung internasional. Kabar baiknya, warga negara Indonesia juga dapat memanfaatkan kebijakan transit bebas visa 240 jam melalui lima pelabuhan tambahan di GBA yang kini telah mendukung inisiatif tersebut.

 

Fokus pada inovasi akan semakin dipertegas melalui Innovation Studio dan forum Future Horizons. Belajar dari kesuksesan edisi tahun lalu yang menarik hampir 40.000 kunjungan, area pameran The Closet akan diperluas dengan Innovation Studio untuk menampilkan desain tekstil dan solusi material tingkat lanjut yang membantu pengunjung menavigasi tren masa depan. Sementara itu, forum Future Horizons akan menjadi ruang bagi para produsen dan desainer untuk mendapatkan wawasan berharga mengenai inovasi yang mendefinisikan ulang lanskap industri saat ini, mencakup aspek desain, kemajuan teknologi, hingga strategi bisnis berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pameran ini tetap akan menampilkan spektrum produk yang lengkap mulai dari serat, benang, kain, hingga aksesori untuk berbagai kategori seperti pakaian wanita, denim, pakaian olahraga, hingga pakaian dalam. Pengalaman positif diungkapkan oleh Mr. Justin Ko dari Laboratory for Artificial Intelligence in Design (AiDLab) yang mencatat besarnya minat pengunjung terhadap solusi desain berbasis AI pada edisi sebelumnya. Dengan diselenggarakan bersamaan dengan Yarn Expo Shenzhen dan PH Value, Intertextile Shenzhen tetap menjadi platform utama bagi para pelaku industri untuk menemukan dan mengadopsi model serta teknologi baru melalui berbagai tampilan interaktif dan seminar bertema.