Munculnya pertanyaan mengenai apakah Eropa dapat menggantikan Amerika Serikat sebagai pasar ekspor pakaian jadi terbesar bagi India kini menjadi topik yang mendesak di tengah penurunan ekspor pakaian jadi (readymade garment/RMG) India ke AS sebesar 9,5 persen pada tahun fiskal 2025-26. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai tarif timbal balik dan kekhawatiran yang terus berlanjut terkait konsentrasi pasar. Meskipun Eropa menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan di berbagai destinasi utama, data dari Directorate General of Commercial Intelligence and Statistics (DGCI&S) menunjukkan bahwa menggantikan posisi AS memerlukan lebih dari sekadar kenaikan bertahap di pasar individu.

Industri fesyen modern yang selama ini identik dengan kreativitas desainer dan intuisi tren kini menghadapi tantangan besar dari model bisnis yang digerakkan oleh algoritma. Shein, perusahaan yang telah tumbuh dari pemain regional menjadi salah satu peritel fesyen terbesar di dunia, secara konsisten menegaskan bahwa mereka bukanlah perusahaan fesyen yang menggunakan teknologi, melainkan perusahaan teknologi yang kebetulan menjual pakaian. Kesuksesan Shein dalam waktu kurang dari satu dekade membuktikan bahwa arsitektur perangkat lunak dan analisis data dapat menjadi keunggulan kompetitif utama yang mampu mengalahkan metode tradisional.

Industri mode global kini tengah berada di ambang era baru yang penuh dengan ketidakpastian biaya dan birokrasi. Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) secara resmi mengusulkan rezim tarif baru yang agresif terhadap impor tekstil dan garmen dari 60 negara. Kebijakan ini merupakan buntut dari investigasi Section 301 terkait kegagalan penegakan hukum atas praktik kerja paksa (forced-labor) di negara-negara mitra dagang tersebut.

Industri tekstil dan pakaian jadi Amerika Serikat menghadapi tantangan signifikan pada awal tahun 2026. Data terbaru dari Office of Textiles and Apparel (OTEXA) menunjukkan penurunan tajam sebesar 10,68 persen secara tahunan (year-on-year) pada volume impor tekstil dan pakaian jadi untuk seluruh jenis serat selama periode Januari hingga April 2026. Secara total, volume impor tercatat sebesar 29.391,918 juta square metre equivalents (SME), merosot dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 32.904,527 juta SME.

Lanskap industri tekstil global tampaknya harus bersiap menghadapi guncangan pasokan dalam setahun ke depan. Tiga negara produsen utama katun dunia—Tiongkok, Amerika Serikat, dan Brasil—diproyeksikan bakal memangkas luas lahan perkebunan kapas mereka pada musim tanam 2026-2027.