Pasar kapas dunia mencatatkan pergerakan yang dinamis sepanjang bulan Juli 2026, dengan tren kenaikan harga yang terlihat di berbagai bursa utama. Kontrak berjangka NY/ICE untuk bulan Desember menjadi sorotan utama setelah berhasil menembus level 80 sen per pon, sebuah pencapaian yang didorong oleh momentum positif sejak awal Juli. Kenaikan harga ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan melalui serangkaian fluktuasi yang mencerminkan respons pasar terhadap sentimen global yang terus berubah. Tidak hanya di Amerika Serikat, tren kenaikan harga juga merambat ke pasar internasional lainnya seperti Indeks A dan harga kapas di India, yang menunjukkan adanya penguatan permintaan atau setidaknya ketatnya pasokan di beberapa wilayah produsen utama.

Industri tekstil global menghadapi dinamika yang kian menantang seiring dengan laporan terbaru yang dirilis oleh The International Textile Manufacturer Federation (ITMF). Melalui publikasi International Textile Industry Statistics (ITIS) mengenai kapasitas produktif dan konsumsi bahan baku di sektor pemintalan jangka pendek terorganisasi di seluruh dunia, terungkap bahwa kapasitas global mengalami penurunan tipis sepanjang tahun 2024.

China tercatat masih belum berhasil merebut kembali posisi dominannya secara penuh di pasar impor tekstil rumah tangga Eropa, meskipun mencatatkan sedikit peningkatan pangsa pasar pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan data dari alat intelijen sumber pengadaan TexPro, total impor tekstil rumah tangga Eropa mengalami penurunan menjadi $8,02 miliar pada kuartal pertama 2026, turun dari $8,34 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.

Uni Eropa melancarkan langkah tegas yang langsung mengguncang peta perdagangan apparel global menyusul sanksi finansial masif senilai total €750 juta atau sekitar Rp13 triliun yang dijatuhkan kepada dua platform e-commerce raksasa asal China. Kebijakan ini hadir di tengah lonjakan impor pakaian luar negeri ke kawasan Eropa yang mencapai US$145 miliar pada tahun 2025, di mana produk-produk asal China justru semakin memperkuat dominasinya dengan meraup pangsa pasar hingga US$42,09 miliar atau naik sebesar 17,10 persen.

Industri tekstil dan pakaian jadi Vietnam menunjukkan ketangguhan di tengah iklim pasar global yang menantang selama semester pertama tahun 2026. Menurut data dari Asosiasi Tekstil dan Pakaian Jadi Vietnam (VITAS), total ekspor tekstil dan pakaian jadi negara tersebut diestimasi mencapai 22,2 miliar dolar AS, mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun angka keseluruhan menunjukkan tren positif, dinamika di lapangan cukup beragam; ekspor serat, kain, aksesori, dan bahan non-tenun mencatatkan pertumbuhan solid antara 5,6 persen hingga 10,6 persen, sementara ekspor pakaian jadi justru mengalami sedikit penurunan sebesar 0,4 persen akibat lemahnya permintaan konsumen di pasar-pasar utama.