Peta industri tekstil dan garmen global tengah mengalami pergeseran tektonik seiring dengan ambisi besar negara-negara Afrika untuk merebut pangsa pasar dari Asia. Dalam tiga bulan terakhir, Mesir dan Kenya telah memposisikan diri mereka bukan sekadar sebagai alternatif, melainkan sebagai pusat gravitasi baru manufaktur global. Dengan keunggulan logistik ke Eropa dan akses pasar tanpa tarif ke Amerika Serikat, kedua negara ini kini menjadi magnet bagi investasi asing yang mencari stabilitas di tengah ketegangan geopolitik dunia.