Pemerintah India melalui Kementerian Perdagangan bergerak cepat memperkuat kesiapan para eksportir nasional dalam menghadapi rezim pajak karbon Uni Eropa melalui mekanisme Carbon Border Adjustment Mechanism atau CBAM. Langkah proaktif ini dilakukan mengingat pemberlakuan rezim definitif CBAM telah dimulai pada Januari 2026, yang disusul dengan kewajiban pembayaran finansial pertama pada tahun 2027 mendatang.
Sektor garmen dan tekstil di Bangladesh tengah berada di ambang ujian terberat menyusul krisis energi akut yang melumpuhkan sebagian besar lini produksi. Kelangkaan gas alam yang kian memburuk tidak hanya memperlambat operasional pabrik jahit, tetapi juga memicu disrupsi total pada proses hulu seperti pencelupan, pencucian, dan pengeringan kain. Akibat krisis ini, asosiasi industri memperkirakan volume produksi garmen nasional merosot tajam hingga 40 persen, memaksa para eksportir mengajukan perpanjangan batas waktu pengiriman kepada pembeli global.
Di tengah deru mesin pabrik yang bekerja siang dan malam, industri pakaian jadi di Vietnam tengah merayakan pencapaian gemilang. Berdasarkan data terbaru, performa ekspor tekstil dan garmen negara tersebut menunjukkan grafik menanjak yang sangat mengesankan. Pada Juli 2026, nilai omzet ekspor tekstil dan garmen diperkirakan menyentuh angka 4,67 miliar dolar AS. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,2 persen dibandingkan bulan Juni dan naik 4,3 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sementara itu, khusus untuk komoditas garmen saja, estimasi ekspor pada Juli mencapai 3,73 miliar dolar AS.
Industri pakaian jadi dan tekstil Bangladesh mengambil langkah besar dalam memodernisasi sektor andalannya agar semakin ramah lingkungan dan berdaya saing global. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerja sama ekonomi sirkular antara pemerintah Bangladesh dan Belanda yang resmi disepakati di kementerian perdagangan.
Paruh pertama tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi sektor tekstil dan pakaian jadi India di pasar Amerika Serikat. Berdasarkan data perdagangan terbaru dari Office of Textiles and Apparel (OTEXA), pengiriman produk tekstil dan garmen India ke AS merosot tajam sebesar 1,25 miliar dolar AS atau sekitar 23,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Page 1 of 14