Industri tekstil dan pakaian jadi Vietnam kini menghadapi tantangan baru yang jauh melampaui sekadar masalah harga, kecepatan produksi, dan kapasitas manufaktur. Regulasi Digital Product Passport (DPP) dari Uni Eropa kini mengubah data produk menjadi syarat mutlak untuk akses pasar. Hal ini memberikan tekanan yang bersifat mendesak bagi Vietnam, mengingat negara tersebut memiliki nilai ekspor tekstil dan pakaian jadi mencapai US$ 53,33 miliar pada tahun 2025, dengan sektor pakaian jadi menyumbang sebesar US$ 43,57 miliar.

Raksasa ritel asal Swedia, H&M, kembali menegaskan posisinya bahwa Bangladesh tetap menjadi pasar pengadaan pakaian yang sangat penting bagi perusahaan. Penegasan ini muncul sebagai respons atas spekulasi media yang menyebutkan adanya potensi pengurangan volume pesanan dari negara tersebut. Sebagai pembeli garmen terbesar di Bangladesh, H&M saat ini menyerap produk dari sekitar 300 pabrik lokal dengan nilai transaksi mencapai 5 miliar dolar AS per tahun. Meskipun H&M menolak membeberkan volume produksi atau pangsa pesanan per pasar karena alasan komersial, perusahaan menekankan bahwa kemitraan jangka panjang yang telah terjalin sejak awal 1980-an tetap menjadi fondasi utama kehadiran mereka di Bangladesh.

Sektor manufaktur Sri Lanka mencatatkan lonjakan signifikan pada Mei 2026, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) naik tajam menjadi 56,6 poin dibandingkan 42,6 poin pada April. Peningkatan ini menandai kembalinya ekspansi dalam aktivitas manufaktur setelah sempat melambat, menurut data yang dirilis oleh Bank Sentral Sri Lanka (CBSL). Pemulihan ini memberikan sinyal positif bagi ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global dan dampak konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Meskipun tim nasional Bangladesh tidak berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026, jejak negara tersebut tetap terasa kuat di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia. Hal ini terbukti ketika tim nasional Cape Verde tampil dalam pertandingan debut Piala Dunia mereka melawan Spanyol di Atlanta, dengan mengenakan jersey yang diproduksi di Bangladesh. Jersey tersebut merupakan hasil produksi Garments Manufacturing and Assembling Ltd (GMA), sebuah pabrik yang berbasis di area Turag, Dhaka.

Industri tekstil dan garmen Vietnam kini tengah menghadapi tantangan besar yang menuntut transformasi digital secara cepat. Uni Eropa (UE) telah menetapkan peta jalan wajib untuk implementasi Digital Product Passport (DPP) yang akan berlaku efektif mulai pertengahan 2028. Kebijakan ini mewajibkan setiap produk garmen yang masuk ke pasar Eropa memiliki transparansi data yang komprehensif, mulai dari detail produksi hingga jejak karbon yang dihasilkan.