Industri garmen di Bangladesh telah lama menjadi landasan perekonomian negara, namun kini industri garmen berada di titik puncak transformasi strategis. Bertujuan untuk melakukan diversifikasi di luar serat kapas tradisional, industri ini merespons dinamika pasar global dengan rencana komprehensif yang diuraikan dalam penelitian bertajuk “Beyond Cotton,” yang ditugaskan oleh Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh (BGMEA).

Asosiasi perdagangan yang mewakili pengusaha pakaian di Filipina mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pembangunan pabrik tekstil baru mengantisipasi lonjakan permintaan barang-barang tersebut setelah Filipina masuk ke dalam perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa (UE).

Industri tekstil Pakistan, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, kini sedang menghadapi krisis yang sangat serius. Data menunjukkan bahwa lebih dari 1.600 pabrik tekstil di negara ini telah terpaksa menutup selama 16 bulan terakhir. Beberapa faktor menjadi pemicu terjadinya krisis ini, termasuk biaya energi yang tinggi, masalah pasokan gas, tekanan gas yang rendah, dan masalah dalam sistem pengembalian pajak penjualan. Salah satu penyebab utama penurunan industri tekstil Pakistan adalah biaya energi yang melambung tinggi. Banyak pabrik beroperasi di bawah kapasitas produksi mereka karena biaya energi yang tinggi. Selain itu, penutupan pasokan gas selama dua hari setiap minggu dan tekanan gas yang rendah selama jam-jam terbatas juga menghambat produksi.

 

Industri garmen India menghadapi tantangan serius sepanjang tahun fiskal 2024, dengan penurunan produksi yang mencapai angka yang mengkhawatirkan. Data yang dirilis oleh Konfederasi Industri Tekstil India (CITI) mengenai Indeks Produksi Industri Tekstil dan Pakaian Jadi mengungkapkan bahwa produksi garmen di India mengalami penurunan tajam sebesar 22,6% selama lima bulan pertama tahun ini. Penurunan yang signifikan ini merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk perlambatan permintaan di pasar domestik dan penurunan ekspor. Para ahli industri dan pengamat ekonomi mulai merasa khawatir bahwa jika tren ini berlanjut hingga tahun depan, industri garmen India berpotensi menghadapi hilangnya lapangan kerja yang signifikan.

Industri garmen India, yang sebelumnya merupakan salah satu pemimpin global dalam produksi pakaian, saat ini menghadapi tantangan yang signifikan. Menurut data yang dirilis oleh Konfederasi Industri Tekstil India (CITI) mengenai Indeks Produksi Industri Tekstil dan Pakaian Jadi, produksi garmen India mengalami penurunan tajam sebesar 22,6% selama lima bulan pertama tahun fiskal 2024.