Industri tekstil dan pakaian jadi Vietnam, yang merupakan salah satu raksasa ekspor dunia, kini sedang berada di persimpangan jalan transformasi besar. Menghadapi volatilitas pasar global, lonjakan biaya logistik, hingga tuntutan keberlanjutan yang kian ketat, sektor ini secara resmi melakukan kalibrasi ulang terhadap strategi pengembangannya untuk memastikan daya saing jangka panjang.
Di balik label pakaian yang tergantung di etalase toko-toko global, tersimpan realita kelam dari pabrik-pabrik garmen di Myanmar. Sejak kudeta militer pada Februari 2021, sektor garmen yang menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut kini berubah menjadi lingkungan kerja yang "ditenun dengan ketakutan."
Laporan terbaru dari Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengungkapkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung utama ekosistem rantai pasok global di Vietnam. Industri tekstil dan produk tekstil tercatat menjadi jangkar utama dengan menyumbang hampir sepertiga dari seluruh lapangan kerja manufaktur yang terkait dengan rantai pasok global di negara tersebut.
Tahun 2025 menjadi saksi transformasi besar dalam peta perdagangan pakaian jadi global. Di pusat pusaran ini, dua raksasa Asia Selatan, Bangladesh dan India, sedang berpacu dengan waktu untuk menaklukkan sebuah tantangan teknologi kecil namun berdampak masif: Digital Product Passport (DPP) atau Paspor Produk Digital dari Uni Eropa.
Page 2 of 2