Industri tekstil dan pakaian jadi Vietnam kini tengah menikmati momentum emas, mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam peta perdagangan global. Dengan dukungan penuh pemerintah dan keterlibatan internasional yang semakin intens, sektor ini bukan lagi sekadar pusat manufaktur biaya rendah, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat inovasi yang mengutamakan keberlanjutan. Performa impresif ini tercermin dalam data ekspor lima bulan pertama tahun 2025, di mana ekspor tekstil dan garmen Vietnam melonjak 9 persen mencapai angka 17,58 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menjadi fondasi kuat saat industri bersiap menyambut gelaran akbar Vietnam International Trade Fair for Apparel, Textiles, and Textile Technologies (VIATT 2026) pada akhir Februari mendatang di Ho Chi Minh City.

Antusiasme pasar global terhadap potensi Vietnam terlihat jelas dari perluasan area pameran VIATT 2026 yang tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan edisi sebelumnya. Pameran ini bukan sekadar ajang jual beli, melainkan cerminan dari strategi jangka panjang pemerintah Vietnam untuk membangun ekonomi sirkular dan melengkapi rantai nilai produksi domestik dengan praktik berbasis teknologi. Vietnam kini tidak hanya mengekspor garmen jadi, tetapi juga menjadi magnet bagi impor mesin canggih dan bahan baku berkualitas tinggi, yang menunjukkan pergeseran ke arah produksi bernilai tambah tinggi dan berorientasi pada desain.

Satu hal yang menarik perhatian adalah diversifikasi sektor tekstil Vietnam yang kini merambah lebih dalam ke segmen tekstil rumah tangga dan tekstil teknis. Urbanisasi yang pesat dan pertumbuhan kelas menengah di Asia Tenggara telah memicu permintaan tinggi terhadap produk dekorasi rumah dan perlengkapan tidur berbasis serat biologis. Di sisi lain, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses finishing kimia dan pengembangan material tahan api menunjukkan bahwa Vietnam mulai memimpin dalam efisiensi produksi. VIATT 2026 akan menjadi panggung bagi para pemasok premium dari Eropa dan Asia untuk memperkenalkan teknologi yang mampu mengubah limbah menjadi produk tekstil berperforma tinggi.

Keberlanjutan tetap menjadi ruh utama dalam narasi industri ini. Melalui inisiatif seperti Econogy Hub dan Econogy Talks yang akan digelar selama pameran, Vietnam menegaskan komitmennya terhadap transisi energi hijau. Seorang analis industri mencatat bahwa keberhasilan Vietnam terletak pada kemampuannya menyelaraskan ambisi ekonomi dengan standar lingkungan internasional yang semakin ketat. Dengan menjadi titik temu strategis bagi inovasi dan kolaborasi global, VIATT 2026 dipastikan akan semakin memperkuat pengaruh Vietnam sebagai kekuatan tekstil yang tak tergoyahkan di kawasan ASEAN dan dunia, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi sirkular adalah kunci daya saing masa depan.