Dunia fesyen dan perlengkapan luar ruang baru saja menyaksikan pergeseran paradigma besar dalam cara sebuah produk diproduksi dan dikonsumsi. Di tengah sorotan global terhadap limbah tekstil yang kian menumpuk, raksasa perlengkapan outdoor asal Kanada, Arc’teryx, secara resmi menggandeng lembaga pengujian tekstil legendaris asal Swiss, Testex AG, untuk meluncurkan sertifikasi sirkularitas produk yang paling ketat di industri saat ini. Langkah yang diumumkan pada Februari 2026 ini bukan sekadar strategi pemasaran hijau biasa, melainkan sebuah upaya sistematis untuk mendefinisikan ulang apa yang kita sebut sebagai pakaian berkelanjutan melalui label "Testex Circularity".
Kemitraan ini mempertemukan dua kekuatan besar dari dua benua berbeda. Arc’teryx, yang berbasis di North Vancouver, telah lama dikenal sebagai pemimpin inovasi pakaian teknis sejak 1989. Di sisi lain, Testex AG yang bermarkas di Zurich merupakan otoritas independen yang telah menjadi tulang punggung standar keamanan tekstil dunia selama puluhan tahun. Keduanya sepakat bahwa musuh utama dari keberlanjutan adalah klaim tanpa data atau yang sering disebut sebagai greenwashing. Oleh karena itu, sertifikasi ini hadir untuk memberikan bukti empiris bahwa sebuah jaket atau celana benar-benar dirancang untuk hidup lebih lama, dapat diperbaiki dengan mudah, dan pada akhirnya dapat didaur ulang sepenuhnya.
Mengapa hal ini dilakukan sekarang? Tekanannya sangat nyata. Industri fesyen sedang berada di bawah mikroskop regulasi global, terutama dengan semakin ketatnya aturan sirkularitas di Uni Eropa. Bagi Arc’teryx, inisiatif ini adalah bagian dari peta jalan ambisius mereka untuk memangkas emisi rantai pasok hingga 42% pada tahun 2030. Dengan memastikan produk memiliki usia pakai yang panjang, kebutuhan akan produksi material baru dapat ditekan secara signifikan. Manfaatnya pun langsung dirasakan oleh para buyer atau pembeli setia mereka, mulai dari pendaki profesional hingga konsumen perkotaan yang sadar lingkungan. Produk yang bersertifikat sirkular memiliki nilai investasi yang lebih stabil dan harga jual kembali di pasar barang bekas yang jauh lebih tinggi karena kualitas teknisnya yang telah terverifikasi secara independen.
Dalam proses sertifikasinya, Testex melakukan pengujian yang sangat detail, mencakup ketahanan struktural kain, daya tahan aksesori seperti ritsleting, hingga kemudahan pembongkaran komponen pakaian agar seratnya bisa diproses kembali menjadi bahan baku baru. Andrew Yip, selaku Senior Director Advanced Concepts Materials di Arc’teryx, menegaskan bahwa ketahanan telah menjadi inti dari DNA merek mereka sejak awal, namun industri selama ini kekurangan standar konsisten untuk mengukur sirkularitas. Ia menyebut bahwa kolaborasi dengan Testex adalah langkah alami untuk memberikan kerangka kerja teknis yang bisa dipertanggungjawabkan kepada dunia.
Senada dengan hal tersebut, Marlène Maury dari Testex menekankan bahwa sirkularitas hanya akan berhasil jika ia dapat diukur di tingkat produk secara transparan. Kehadiran label ini memberikan informasi yang jujur bagi konsumen yang kini semakin kritis. Para ahli industri tekstil internasional pun memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini. Mereka menilai bahwa standarisasi antara Arc’teryx dan Testex akan menjadi tolok ukur baru yang akan memaksa manufaktur global, termasuk di Asia, untuk segera beradaptasi. Di masa depan, pakaian tidak lagi hanya dinilai dari seberapa bagus tampilannya saat baru, tetapi seberapa cerdas ia dirancang untuk tidak pernah berakhir di tempat pembuangan sampah.