Sektor tekstil dan garmen Vietnam terus mencatatkan performa impresif di pasar Kanada, menjadikannya sebagai salah satu titik terang dalam peta ekspor negara tersebut. Hingga tahun 2025, nilai ekspor tekstil Vietnam ke Kanada diperkirakan tumbuh sebesar 10 persen menjadi lebih dari 1,3 miliar USD. Keberhasilan ini didorong oleh keuntungan strategis dari Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), kualitas produk yang unggul, serta upaya proaktif Kanada dalam mendiversifikasi rantai pasok global mereka.
Pencapaian ini terlihat nyata dalam pameran tekstil dan pakaian internasional yang diadakan di Toronto baru-baru ini. Dua perusahaan raksasa Vietnam, Bao Minh Textile JSC dan Viet Hong Textile Dyeing JSC, berhasil menarik perhatian pembeli dari Amerika Utara. Viet Hong menonjolkan kain denim khasnya, sementara Bao Minh fokus pada produk benang dan kain kelas menengah ke atas yang diproduksi melalui rantai manufaktur terintegrasi penuh. Strategi ini memungkinkan mereka memanfaatkan aturan asal barang dalam CPTPP guna mendapatkan tarif preferensial yang menguntungkan.
Bob Kirke, Direktur Eksekutif Federasi Pakaian Kanada, memberikan apresiasi tinggi terhadap standar produksi Vietnam. Dalam pernyataannya kepada kantor berita VNA, Kirke mencatat bahwa produk tekstil Vietnam memiliki kualitas tinggi meskipun menghadapi persaingan yang intens di pasar global. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan langsung antara perusahaan Kanada dan Vietnam. "Kami berharap dapat menjalin kemitraan langsung; pendekatan yang ditargetkan kepada perusahaan-perusahaan Kanada tertentu akan menjadi kunci bagi perusahaan Vietnam untuk memperdalam penetrasi pasar," ungkap Kirke.
Sejalan dengan visi tersebut, Tran Thu Quynh selaku Konselor Perdagangan Vietnam di Kanada, menyatakan bahwa Vietnam kini dipandang bukan sekadar pemasok, melainkan mitra jangka panjang yang andal. Banyak investor Kanada kini bahkan mulai membangun fasilitas manufaktur di Vietnam untuk dijadikan pusat distribusi global. Keunggulan Vietnam dalam memenuhi persyaratan teknis yang ketat dan standar kepatuhan internasional telah membuat nilai ekspornya melesat dua kali lipat sejak implementasi CPTPP, dari 600 juta USD menjadi 1,2 miliar USD pada tahun 2024, dan terus stabil hingga saat ini.
Keberhasilan Vietnam di Kanada mengirimkan pesan kuat kepada rantai nilai global bahwa adaptabilitas dalam proses produksi dan fokus pada kualitas adalah kunci keberlanjutan. Perusahaan seperti Viet Hong bahkan berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2 juta meter per bulan demi memenuhi lonjakan permintaan. Melalui penguasaan proses produksi dari hulu ke hilir, Vietnam kini bertransformasi dari sekadar destinasi sumber barang menjadi mitra strategis dalam pengembangan merek di pasar internasional.