Langkah strategis diambil oleh raksasa tekstil asal Spanyol, Nextil Group, dengan memperkuat posisinya di Guatemala sebagai pusat integrasi vertikal utama untuk pasar Amerika Utara. Melalui pembangunan fasilitas produksi mutakhir di Fraijanes, Nextil kini memiliki ekosistem manufaktur yang mencakup seluruh rantai nilai—mulai dari pembuatan kain elastis premium, proses pewarnaan, hingga produksi pakaian jadi siap pakai. Transformasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan tren nearshoring, di mana perusahaan memindahkan basis produksi lebih dekat ke pasar utama guna menjamin kecepatan pengiriman dan efisiensi logistik yang tidak dapat disaingi oleh pemasok dari Asia.
Pabrik seluas 12.000 meter persegi tersebut kini telah memasuki fase ekspansi yang ambisius. Hingga awal tahun 2026, Nextil menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan untuk memenuhi lonjakan permintaan dari Amerika Serikat. Dalam rencana strategisnya, kapasitas pabrik diproyeksikan melonjak dari 3,5 juta yard pada pertengahan 2024 menjadi 10 juta yard pada akhir 2025. Dengan nilai investasi mencapai 40 juta euro, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat industri, tetapi juga sebagai model keberlanjutan dengan sistem pengolahan limbah air canggih dan fokus pada pengurangan jejak karbon.
Integrasi vertikal di Guatemala ini memberikan keuntungan ganda bagi Nextil. Pertama, perusahaan dapat memanfaatkan kerangka perjanjian perdagangan bebas CAFTA-DR yang memberikan pembebasan tarif pajak untuk ekspor ke Amerika Serikat. Kedua, posisi geografis Guatemala yang strategis dengan akses ke Samudra Atlantik dan Pasifik memungkinkan distribusi barang dilakukan dalam hitungan hari, bukan minggu. Hal ini sangat krusial bagi merek-merek mode cepat (fast fashion) dan pakaian olahraga yang menuntut perputaran inventaris yang sangat dinamis.
CEO Nextil Group, César Revenga, menegaskan bahwa model bisnis ini adalah kunci daya saing perusahaan di masa depan. “Kerangka kerja bilateral ini memperkuat posisi Guatemala sebagai salah satu destinasi industri paling kompetitif untuk pasar Amerika Utara. Ini adalah peluang langsung untuk mempercepat akuisisi klien baru dan mengonsolidasikan model vertikal kami yang berorientasi pada transparansi dan keberlanjutan,” ungkap Revenga dalam sebuah pernyataan resmi. Kepercayaan ini diperkuat dengan penandatanganan kontrak bersejarah senilai 175 juta USD selama lima tahun dengan grup distribusi AS, Maxum International, yang berencana memindahkan seluruh produksinya dari Asia ke fasilitas Nextil di Guatemala.
Kehadiran Nextil juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi Guatemala. Selain menciptakan ratusan lapangan kerja baru, perusahaan ini berkomitmen melakukan transfer teknologi dan pelatihan bagi tenaga kerja lokal. Dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam manajemen stok dan mesin rajut otomatis, hub Guatemala kini tidak hanya bersaing dalam hal biaya, tetapi juga dalam inovasi produk tekstil teknis dan mewah. Bagi industri tekstil global, langkah Nextil ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi vertikal dan kedekatan pasar adalah pilar utama dalam menghadapi tantangan rantai pasok global di tahun 2026.