Memasuki awal tahun 2026, sektor pertanian Brasil menghadapi situasi kontradiktif seiring dengan jatuhnya harga kapas domestik ke level terendah sejak tahun 2009. Penurunan tajam ini dipicu oleh kombinasi antara melimpahnya stok nasional menyusul panen raya yang sukses dan stagnasi permintaan dari industri manufaktur domestik. Meskipun volume ekspor ke pasar internasional, khususnya Asia, tetap menunjukkan tren positif, pasokan yang membanjiri pasar lokal telah menciptakan tekanan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu 16 tahun terakhir.

Kondisi ini memberikan tantangan berat bagi para petani kapas yang kini harus berjuang dengan margin keuntungan yang menipis di tengah biaya operasional yang tetap tinggi. Melimpahnya pasokan di gudang-gudang penyimpanan nasional membuat posisi tawar produsen melemah. Sebaliknya, fenomena ini menjadi angin segar bagi industri tekstil hilir di Brasil. Pabrik-pabrik tekstil lokal kini menikmati bahan baku murah, yang secara langsung meningkatkan margin keuntungan mereka dan memberikan keunggulan kompetitif di pasar pakaian jadi global.

Menurut analis dari Asosiasi Produsen Kapas Brasil (ABRAPA), situasi ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks di mana keberhasilan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani jika tidak dibarengi dengan daya serap industri dalam negeri yang kuat. "Kami melihat adanya ketidakseimbangan antara kapasitas produksi yang luar biasa besar dengan permintaan domestik yang masih lesu akibat kondisi ekonomi global. Meskipun pabrik tekstil diuntungkan oleh harga bahan baku yang rendah, kesinambungan sektor hulu tetap menjadi perhatian utama kami agar petani tidak beralih ke komoditas lain," ungkap salah satu pengamat sektor komoditas di São Paulo.

Di sisi lain, para pelaku industri tekstil menyambut baik penurunan harga ini sebagai momentum untuk melakukan ekspansi produksi dan meningkatkan pangsa pasar ekspor mereka. Dengan biaya input yang rendah, produk garmen asal Brasil kini lebih kompetitif dibandingkan dengan produk dari negara-negara pesaing yang sangat bergantung pada kapas impor dengan harga pasar internasional yang lebih fluktuatif. Momentum harga terendah ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi modernisasi mesin-mesin pabrik tekstil di Brasil guna meningkatkan nilai tambah produk akhir mereka. Hingga kuartal pertama 2026, pasar diperkirakan akan tetap stabil pada level harga rendah ini hingga stok nasional mulai terserap sepenuhnya atau adanya intervensi kebijakan untuk menyeimbangkan pasar.