Bank Dunia menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah Indonesia dalam merevitalisasi industri tekstil nasional sebagai sektor padat karya yang memiliki peran strategis dalam penciptaan lapangan kerja. Dukungan tersebut mencakup peluang pembiayaan, khususnya untuk modernisasi mesin dan peralatan industri tekstil agar lebih efisien, modern, dan berdaya saing di pasar global.

Dukungan itu disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Managing Director and Chief Knowledge Officer World Bank, Paschal Donohoe, yang berlangsung di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas tantangan global yang masih membayangi perekonomian serta upaya mendorong penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Airlangga menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan Bank Dunia mencerminkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung penciptaan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia agar lebih tinggi dan berkelanjutan. Salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan sektor industri padat karya, terutama industri tekstil, yang dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.

Pembahasan tersebut selaras dengan laporan Bank Dunia mengenai pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan yang menekankan pentingnya sektor manufaktur sebagai motor penciptaan lapangan kerja. Airlangga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki peta jalan revitalisasi industri tekstil, sehingga dukungan dari Bank Dunia dinilai dapat mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

Dukungan Bank Dunia juga sejalan dengan rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Pembentukan BUMN tekstil ini direncanakan melalui skema penyelamatan perusahaan tekstil swasta yang mengalami kepailitan, salah satunya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Airlangga menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan satu kesatuan kebijakan untuk memperkuat industri tekstil nasional dari hulu hingga hilir.

Selain sektor tekstil, pertemuan tersebut turut membahas sejumlah program lain yang berkaitan dengan ketahanan pangan serta pengembangan energi baru dan terbarukan. Pemerintah menilai penguatan sektor-sektor tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan keberlanjutan pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, tim Bank Dunia juga melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi Kementerian Keuangan, yang menyebutkan bahwa diskusi difokuskan pada potensi dan penguatan kerja sama antara Indonesia dan Bank Dunia.

Dalam pertemuan tersebut, Paschal Donohoe menyampaikan keinginan agar Bank Dunia dapat berperan lebih aktif dalam mendukung pembangunan Indonesia, terutama di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Menteri Keuangan Purbaya menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi dukungan Bank Dunia selama ini, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Indonesia dan Bank Dunia ke depan