Pable, perusahaan daur ulang tekstil lokal berbasis di Surabaya, Jawa Timur, hadir sebagai salah satu pelopor transformasi industri tekstil Indonesia menuju praktik berkelanjutan. Sejak berdiri pada 2020, Pable telah mendaur ulang 270 ton limbah tekstil yang terkumpul melalui berbagai program, seperti “Portable” untuk pembuangan limbah tekstil masyarakat, serta “Uniform Disposal Program” yang menargetkan limbah seragam instansi dan perusahaan.

Jemmy Kartiwa kembali terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) periode 2025–2030 melalui keputusan aklamasi pada Musyawarah Nasional API XVI yang berlangsung di Bandung pada Kamis (11/9).

Majelis Rayon Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tekstil menuding adanya sindikat besar di balik maraknya impor pakaian bekas ilegal. Direktur Eksekutif KAHMI Tekstil, Agus Riyanto, menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti hanya pada penyitaan barang, tetapi harus mengusut tuntas aktor intelektual yang mengendalikan jaringan impor tersebut.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa menjadi peluang penting untuk memperbaiki sejumlah pekerjaan rumah yang selama ini belum terselesaikan. Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, menyebut ada banyak hal yang perlu segera dibenahi, mulai dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai hingga Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertekstilan dinilai sebagai momentum penting untuk membenahi sektor sandang Indonesia secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Regulasi ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan mendasar, seperti ketergantungan impor bahan baku, mesin produksi yang sudah tua, tingginya biaya energi dan logistik, hingga perlindungan pasar domestik.