Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri dari hulu hingga hilir, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran BUMN tekstil merupakan bentuk afirmasi negara terhadap industri TPT yang selama ini mengalami tekanan berat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan dan menghidupkan kembali rantai industri tekstil secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu, intermediate, hingga hilir.
Agus juga mengakui pentingnya penyelamatan terhadap perusahaan tekstil nasional yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian. Ia menyebut, meskipun Sritex sebelumnya dinyatakan pailit, perusahaan tersebut masih memiliki peran penting dalam industri tekstil nasional. Oleh karena itu, jika penyelamatan dapat dilakukan melalui skema kepemilikan yang berbeda, langkah tersebut dinilai akan membawa dampak positif bagi keberlangsungan industri.
Dalam mendukung upaya tersebut, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp100 triliun melalui Danantara. Dana ini diharapkan mampu mengisi kekosongan dan memperkuat sektor TPT nasional dari berbagai lini, sekaligus menjadi stimulus untuk mendorong kebangkitan industri tekstil dalam negeri sesuai arahan Presiden.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya juga menegaskan bahwa pemerintah sedang memproses pembentukan BUMN baru yang secara khusus akan menangani sektor garmen dan tekstil. Gagasan ini muncul setelah Sritex menghentikan operasionalnya akibat pailit, yang berdampak besar terhadap tenaga kerja dan rantai pasok industri tekstil.
Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah berharap proses pembentukan BUMN tersebut dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi yang sebelumnya dijalankan oleh Sritex dapat kembali berjalan, meskipun dengan skema dan pengelolaan yang berbeda. Pemerintah menilai penyelamatan aktivitas ekonomi di sektor ini penting untuk menjaga stabilitas industri, melindungi tenaga kerja, serta mempertahankan peran strategis industri tekstil dalam perekonomian nasional.
Langkah pembentukan BUMN tekstil ini pun dinilai menjadi secercah harapan baru bagi industri TPT dan para pekerja yang terdampak, sekaligus menandai komitmen negara untuk hadir lebih aktif dalam menjaga keberlanjutan sektor industri strategis.