Pasar daur ulang tekstil global diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu dekade mendatang. Nilai pasar yang diperkirakan mencapai USD 6,4 miliar pada 2026 berpotensi meningkat menjadi USD 14,2 miliar pada 2036, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,5%.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya tekanan regulasi terhadap industri tekstil, penerapan kebijakan tanggung jawab produsen yang diperluas atau Extended Producer Responsibility (EPR), serta komitmen perusahaan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku daur ulang. Selain itu, investasi dalam pengembangan sistem produksi tekstil sirkular turut memperkuat prospek sektor ini.

Perubahan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian industri terhadap pengelolaan limbah tekstil dan efisiensi penggunaan sumber daya. Perusahaan semakin dituntut untuk mengurangi limbah produksi, memperpanjang siklus hidup produk, serta mengembangkan proses manufaktur yang lebih berkelanjutan.

Dari sisi teknologi, daur ulang mekanis masih menjadi metode yang dominan di pasar. Proses ini memungkinkan limbah tekstil diolah kembali menjadi serat yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri. Namun, teknologi daur ulang kimia juga berkembang pesat karena menawarkan potensi menghasilkan serat berkualitas tinggi yang dapat mendukung pemanfaatan kembali material tekstil secara lebih luas.

Secara regional, Eropa masih memimpin pasar daur ulang tekstil global, didukung oleh regulasi lingkungan dan dorongan terhadap penerapan ekonomi sirkular. Sementara itu, kawasan Asia-Pasifik diperkirakan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Besarnya basis manufaktur tekstil di kawasan tersebut, ditambah dengan meningkatnya inisiatif keberlanjutan, menjadi faktor penting yang mendorong ekspansi pasar.

Perkembangan industri daur ulang tekstil juga menjadi bagian dari tren investasi yang lebih luas pada sektor bahan baku atau Basic Materials. Meningkatnya kebutuhan terhadap material berkelanjutan berpotensi membuka peluang bagi perusahaan yang terlibat dalam pengolahan bahan baku, pengelolaan sumber daya, serta pengembangan teknologi pendukung industri ramah lingkungan.

Berdasarkan data perdagangan saham sektor Basic Materials di Pluang per 12 Oktober 2026 pukul 14.11 WIB, terdapat 62 saham Amerika Serikat (AS) yang diperdagangkan dalam sektor tersebut. Sebanyak 35 saham mencatatkan kenaikan, sementara 24 saham mengalami penurunan.

Beberapa saham yang menonjol antara lain TECK yang diperdagangkan pada harga USD 67,96, naik 3,93%, serta SBSW di level USD 10,00, menguat 3,31%. Sebaliknya, NTR tercatat melemah 3,17% ke posisi USD 67,75.

Meski prospek pasar daur ulang tekstil menunjukkan tren positif, perkembangan sektor ini tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk efektivitas regulasi, biaya pengolahan limbah, kemajuan teknologi, dan permintaan terhadap produk berbahan daur ulang. Oleh karena itu, pertumbuhan industri tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari transformasi jangka panjang menuju sistem produksi yang lebih sirkular, bukan sebagai jaminan kenaikan kinerja seluruh saham di sektor bahan baku.