Asosiasi Produsen Mesin Tekstil Italia (ACIMIT) resmi meluncurkan inisiatif teknis strategis di Ulaanbaatar, Mongolia. Program ini menghimpun 13 produsen mesin khusus dari Italia untuk mendukung modernisasi sektor pengolahan serat dan tekstil di Mongolia.

Kerja sama industri dan diplomasi ini berfokus pada peningkatan kualitas bahan baku lokal, khususnya serat kasmir dan wol yang menjadi komoditas unggulan Mongolia. Berdasarkan data pasar, mesin pemintal mendominasi permintaan peralatan bilateral ini dengan porsi 35 persen dari total volume ekspor mesin Italia ke Mongolia. Selanjutnya, sistem pencucian mencatatkan porsi 21 persen dan peralatan penyempurnaan (finishing) sebesar 14 persen.

Para produsen tekstil lokal di Mongolia selama ini menghadapi tantangan operasional dalam meningkatkan skala produksi barang jadi bernilai tinggi untuk pasar ekspor internasional. Dengan mengintegrasikan otomatisasi mesin canggih asal Eropa, pabrik-pabrik di Mongolia diharapkan dapat menekan konsumsi sumber daya sekaligus meningkatkan kemurnian serta kualitas produk akhir.

Presiden ACIMIT, Marco Salvadè, menyatakan bahwa teknologi khusus yang dihadirkan dirancang untuk membantu pelaku usaha lokal memperbarui lini produksi mereka. Penggunaan sistem presisi ini menjadi jembatan penting dalam mengolah serat mentah menjadi pakaian bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar global.

Program kolaborasi ini juga menjadi langkah awal dalam mempersiapkan produsen Asia Tengah menuju pameran global seperti ITMA Hannover 2027. Kerja sama teknis yang berkelanjutan ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang serta memperluas kapasitas produksi pakaian bernilai tambah tinggi di wilayah tersebut.

Didirikan sejak tahun 1945, ACIMIT menaungi sekitar 200 perusahaan yang menyumbang 85 persen dari total omzet industri mesin tekstil di Italia. Melalui jangkauan operasional di lebih dari 130 negara, organisasi ini terus mendorong penerapan standar manufaktur berkelanjutan dan solusi teknik modern di tingkat global.