Pameran Indonesia Import Export Branding Showcase (IIES) 2026 dan Indonesia International Machinery Fair (Indomaex) 2026 resmi digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Ajang yang berlangsung hingga 20 Juni 2026 ini menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk memperkuat daya saing serta mempercepat transformasi bisnis di tengah perkembangan teknologi global.

Direktur Pelaksana PT Indonesia Mass Event Management, Dato Chong Chong Tik, mengatakan bahwa pameran tersebut diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas pelaku usaha, industri, investor, dan mitra dagang internasional dari berbagai negara. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Vietnam.

Menurutnya, penyelenggaraan IIES dan Indomaex bertujuan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan industri modern melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi terbaru. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dapat mengeksplorasi beragam produk unggulan, mempelajari perkembangan teknologi industri, bertukar wawasan, serta menjalin kemitraan bisnis yang berpotensi membuka peluang pasar baru.

Penyelenggara menargetkan sekitar 8.000 pengunjung dari dalam maupun luar negeri hadir selama pameran berlangsung. Acara ini telah dibuka pada Kamis (18/6/2026) oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Aksa Mahmud, bersama perwakilan Kelompok Ekonomi Kantor Perwakilan Indonesia dan Asosiasi Industri Kreatif dan Pengembangan Industri Budaya Taiwan.

Melalui pameran ini, masyarakat, pelaku usaha, hingga kalangan profesional diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan keunggulan industri dari Taiwan serta negara peserta lainnya. Kehadiran berbagai pihak dalam satu forum diharapkan dapat memperkuat jaringan bisnis dan menciptakan kerja sama yang berkelanjutan.

IIES 2026 hadir sebagai platform perdagangan internasional dan pengembangan merek yang mempertemukan importir, eksportir, distributor, peritel, serta pelaku usaha yang ingin memperluas pasar dan membangun kemitraan strategis. Sementara itu, Indomaex 2026 menampilkan berbagai perkembangan terbaru di bidang manufaktur, permesinan, teknologi industri, serta industri tekstil dan alas kaki yang semakin modern dan inovatif.

Kolaborasi kedua pameran tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem bisnis yang terintegrasi dengan mempertemukan produsen, investor, pelaku perdagangan, dan profesional industri dalam satu lokasi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertukaran informasi, peluang investasi, dan kerja sama lintas sektor.

Dato Chong menilai Indonesia memiliki daya tarik yang besar sebagai pasar potensial dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa. Namun, untuk meraih keberhasilan di pasar Indonesia, diperlukan pemahaman yang mendalam, jaringan lokal yang kuat, serta komitmen jangka panjang dari para pelaku usaha internasional.

Sementara itu, Kepala Kelompok Ekonomi Kantor Perwakilan Indonesia, Lu Feng Jing, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ekspor sekaligus menarik lebih banyak investasi asing seiring semakin terbukanya akses ke pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menambahkan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan antara Taiwan dan Indonesia kini terus berkembang, tidak hanya terbatas pada sektor manufaktur tradisional, tetapi juga merambah industri kreatif, budaya, ritel cerdas, produk gaya hidup, layanan digital, hingga berbagai solusi bisnis inovatif.

Karena itu, penyelenggaraan perdana IIES 2026 dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun agenda pameran internasional yang berkelanjutan dan mampu mendukung pertumbuhan industri manufaktur, tekstil, perdagangan, serta investasi di Indonesia pada masa mendatang.