Transformasi digital semakin mengubah wajah industri tekstil dan fesyen nasional. Penggunaan teknologi digital dye sublimation kini tidak hanya meningkatkan kualitas hasil cetak, tetapi juga mempercepat proses produksi dan membuka peluang bisnis baru di berbagai segmen industri.

Berdasarkan laporan Epson-IDC Digital Textile Printing Trends in Southeast Asia, teknologi digital dye sublimation mampu membantu penyedia layanan cetak mencatat pertumbuhan pendapatan hingga delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional. Perkembangan ini turut mendorong ekspansi ke berbagai sektor, mulai dari pakaian olahraga, fesyen, dekorasi interior, hingga alas kaki yang membutuhkan produksi dalam jumlah fleksibel dengan desain yang mudah disesuaikan.

Head of Vertical Business Epson Indonesia, Ario Aditya, mengatakan transformasi digital kini menjadi kebutuhan bagi pelaku industri tekstil untuk mempertahankan daya saing di tengah perubahan pasar.

Menurutnya, perusahaan dituntut mampu memproduksi lebih cepat, lebih fleksibel, sekaligus menjaga kualitas produk secara konsisten. Epson pun terus menghadirkan inovasi yang membantu pelanggan meningkatkan produktivitas, menciptakan proses produksi yang lebih efisien, sekaligus mendukung praktik industri yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran printer dye sublimation generasi terbaru SureColor SC-F20030 yang dirancang untuk kebutuhan produksi berskala besar. Perangkat ini memiliki kecepatan cetak hingga 306 meter persegi per jam dengan dukungan delapan printhead PrecisionCore MicroTFP beresolusi 600 x 600 dpi.

Selain menawarkan produktivitas tinggi, printer tersebut dilengkapi sistem tinta berkapasitas 10 liter yang mendukung fitur hot swap, sehingga penggantian tinta dapat dilakukan tanpa menghentikan proses produksi.

Dari sisi operasional, SC-F20030 juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi. Printer ini dibekali sistem pengering internal dua sisi, pengelolaan debu terintegrasi, serta dukungan Jumbo Roll hingga 300 kilogram yang mampu mengurangi frekuensi penggantian media selama proses pencetakan berlangsung.

Tak hanya itu, sejumlah komponen penting dapat diganti langsung oleh operator melalui fitur perawatan mandiri. Kemampuan tersebut membantu mengurangi waktu henti produksi karena tidak selalu memerlukan kehadiran teknisi.

SureColor SC-F20030 diperkenalkan Epson pada ajang Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi digital printing yang mampu menjawab kebutuhan industri tekstil nasional. Seiring meningkatnya permintaan terhadap produksi yang cepat, personalisasi desain, dan efisiensi operasional, teknologi digital printing diperkirakan akan terus menjadi salah satu pendorong utama transformasi industri fesyen dan tekstil di Indonesia.