Kesadaran masyarakat global terhadap isu lingkungan dan limbah mikroplastik terus mencatatkan lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Cotton Incorporated dengan melibatkan 28.813 responden dari berbagai negara di dunia, katun dinobatkan sebagai serat paling aman bagi lingkungan dibandingkan material tekstil lainnya. Sebanyak 85 persen responden global meyakini bahwa katun merupakan pilihan yang ramah lingkungan, menempatkannya di posisi puncak mengungguli wol (81 persen), sutra (76 persen), serta rami (69 persen).

Sebaliknya, persepsi terhadap serat buatan manusia atau sintetis seperti rayon, viskosa, spandeks, poliester, dan nilon terpaut jauh di bawah serat alami. Hanya 43 persen responden yang menganggap serat sintetis aman bagi lingkungan. Menariknya, lebih dari separuh responden telah mampu mengidentifikasi bahwa serat sintetis tersebut mengandung mikroplastik yang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut. Peningkatan pemahaman ini tidak terlepas dari masifnya program edukasi konsumen yang gencar dilakukan, termasuk kampanye global "plant not plastic" serta kurikulum edukatif di lembaga pendidikan.

Direktur Kemitraan Merek Cotton Incorporated, Andrea Samber, mengungkapkan bahwa momentum gerakan seperti Plastic Free July memberikan ruang yang sangat baik untuk menyoroti keunggulan lingkungan dari bahan katun. Kesadaran publik terhadap bahaya polusi mikroplastik di lautan terus merangkak naik secara signifikan sejak tahun 2017. Tren positif ini turut mengubah perilaku berbelanja masyarakat, di mana 84 persen konsumen kini termotivasi untuk mengambil tindakan berkelanjutan, dan aspek keberlanjutan menjadi faktor penentu bagi 7 dari 10 pembeli pakaian di seluruh dunia.

Perubahan pola pikir ini juga didorong oleh kesiapan finansial konsumen untuk mendukung mode berkelanjutan. Survei mencatat bahwa 60 persen konsumen, terutama dari kalangan Gen Z dan milenial, menyatakan bersedia membayar lebih demi produk pakaian ramah lingkungan. Berbagai inisiatif pengelolaan limbah tekstil seperti program Blue Jeans Go Green dan Cotton Lives On juga berperan aktif menjaga serat alami agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, menegaskan bahwa pengelolaan limbah tekstil yang bertanggung jawab merupakan kunci masa depan industri fesyen.