Kebijakan tarif terbaru Amerika Serikat di bawah payung hukum Seksi 301 terus menempatkan rantai pasok pakaian dan kapas dalam tekanan biaya yang signifikan. Berdasarkan laporan Executive Cotton Update dari Cotton Incorporated, berbagai lokasi sumber impor saat ini harus menghadapi tambahan bea masuk sebesar 10 hingga 12,5 persentase poin di atas tarif most-favoured nation (MFN) dasar. Kondisi ini membuat biaya pendaratan barang melonjak, sementara biaya impor pakaian berbahan dominan kapas secara konsisten bertahan di atas level sebelum masa pandemi.

Sebelum pemutakhiran ini, banyak wilayah pengiriman dikenakan tarif sepuluh persentase poin lebih tinggi dari tarif dasar MFN yang berlaku sebelum tahun 2025. Perubahan krusial dalam putaran tarif terbaru kali ini terletak pada landasan hukumnya yang dialihkan ke Seksi 301 untuk menggantikan tarif sebelumnya yang sempat diatur di bawah Seksi 122. Seksi 122 sendiri sebelumnya diterapkan pada bulan Februari menyusul pencabutan bea masuk berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Darurat Ekonomi Internasional (IEEPA). Meskipun Seksi 301 memiliki sejarah ketahanan hukum yang lebih panjang sejak digunakan untuk produk asal China pada 2018 dan 2019, gugatan hukum terhadap legalitas tarif Seksi 301 terbaru ini telah mulai dilayangkan ke ranah pengadilan.

Di samping tantangan tarif, tekanan ekonomi makro turut memperkeruh situasi. Lonjakan biaya energi yang dipicu oleh ketegangan di sekitar Teluk Persia berpotensi mendongkrak laju inflasi lebih lanjut. Tercatat bahwa tingkat inflasi telah melampaui pertumbuhan upah sejak bulan April, yang pada akhirnya dapat menekan daya beli konsumen serta mempersulit langkah Federal Reserve dalam menyeimbangkan kebijakan ekonomi. Kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan pelemahan setelah ekonomi AS kehilangan 23.000 lapangan kerja pada bulan Juli, yang menandai penurunan bulanan pertama sejak Februari 2026. Meskipun tingkat pengangguran turun tipis dari 4,2 persen menjadi 4,1 persen, penurunan ini terjadi seiring menyusutnya jumlah angkatan kerja sebanyak hampir 2,5 juta orang sejak puncak tertingginya di angka 171,5 juta pada bulan November.

Dari sisi konsumsi, tingkat kepercayaan konsumen yang diukur oleh The Conference Board mengalami penurunan tipis sebesar 1,4 poin ke angka 90,8 pada bulan Juli. Kendati demikian, pengeluaran riil konsumen yang disesuaikan dengan inflasi justru menunjukkan ketahanan; pengeluaran pakaian secara tahunan naik hingga 4,5 persen atau hampir dua kali lipat dari rata-rata jangka panjang. Namun, secara nominal, harga eceran pakaian tetap berada di level tertinggi sejak akhir tahun 1990-an dan berada sekitar lima persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak biaya ini terlihat jelas pada rata-rata biaya per meter persegi setara (square metre equivalent / SME) untuk pakaian berbahan dominan kapas, yang merangkak naik secara tipis dari 3,69 dolar AS pada bulan Mei menjadi 3,71 dolar AS pada bulan Juni secara seasonally adjusted. Harga ini bertahan stabil di kisaran 3,70 dolar AS per SME sejak akhir tahun 2023, atau sekitar 12 persen lebih tinggi dari biaya rata-rata sekitar 3,30 dolar AS per SME yang umum dijumpai sebelum era pandemi.